07 - Major Decision

2.6K 302 11
                                        

"You know about the accident but you didn't tell us?"

Rosé menuntut penjelasan dari pihak seberang yang sedang melakukan video call dengannya, Kim Jennie.

Sedangkan Jisoo, yang juga berada disana, tak berniat ikut dalam percakapan. Gadis itu hanya ingin menangis, kenyataan bahwa lima jenis testpack yang menunjukkan tanda positif membuat dirinya seolah kehilangan seluruh tenaga.

"Actually I didn't mean not to tell you, tapi Jisoo sendiri yang minta gue tutup mulut."

Rosé tersenyum miring.

"Kalau testpack tadi gak ada, sampai kapanpun gue dan Lisa gak akan tau kronologi kejadian di house party."

"What a fucking friendship we have here, Jennie."

"Kok nyalahin gue? Lo baperan banget anjir, gitu doang dimasukin hati."

"Gitu doang kata lo?!"

"Hey.. hey.. enough!" Lisa merebut ponsel milik Rosé. "Kok malah bertengkar?"

"Kita disini buat cari solusi. Masalah gak akan kelar kalau kalian cuma asik berdebat, dewasa dikit lah."

Tak ingin membuang waktu dengan terus-terusan menasihati kedua sahabatnya. Kini Lisa kembali membahas topik utama yang menjadi alasan mereka menghubungi Jennie.

"Kita butuh pendapat lo. Gue dan Rosé sudah kasih saran ke Jisoo. Sebaiknya kak Haein harus tau kabar kehamilan ini, tapi Jisoo sendiri yang gak mau---- menurut lo gimana?"

Jennie berpikir senejak.

"First of all.. gue mau ngasihtau fakta kalau hasil testpack kadang kurang akurat."

Entah mengapa ada sedikit harapan dalam diri Jisoo saat Jennie mengatakan hal tersebut. Jisoo masih berharap bahwa hasil testpack mungkin saja salah.

"Jadi lebih baik kalau Jisoo check up ke dokter kandungan daripada mengandalkan penerawangan testpack."

"Dia udah nyobain lima testpack dengan merek yang beda-beda. Kalaupun salah, mana mungkin hasilnya sama semua?"

Lima testpack tetap salah? Rosé jelas membantah.

"Who knows? bisa saja melenceng kan?"

"Jennie benar. Sebaiknya gue periksa ke dokter." Jisoo mencoba meyakinkan Rosé dan Lisa. Kan tidak ada salahnya memastikan.

"Dan untuk pertanyaan Lisa tadi----"

Jennie melanjutkan.

"----jawaban gue sih gak akan jauh beda dari kalian. Tapi sekali lagi, kembali ke pihak yang bersangkutan."

"Jisoo masih trauma dengan kejadian 'itu' , jadi mustahil untuk beritahu soal kehamilannya."

"Am I right, Soo?"

Jisoo mengangguk dari balik layar. Memang, hanya Jennie yang benar-benar paham apa yang Jisoo rasakan.

"This is your life, Soo. Just make a choice that you think will be good for you."

"Karena percuma ngikutin pendapat yang lo sendiri gak suka."

Kini, Rose dan Lisa menunggu jawaban Jisoo yang sedaritadi hanya duduk diam.

ACCIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang