Hari demi hari berlalu, walau belum mencapai seminggu sejak kebocoran data induk KJH group terdeteksi. Di sepanjang hari itu, Haein harus lembur bersama Jonggun hingga masalah di perusahaan usai. Tak ada yang berbeda dari kinerja Haein belakangan ini, lelaki workaholic itu tetap menyelesaikan semua tugas dengan baik, meskipun beberapa kali kedapatan tak fokus di waktu tertentu.
Entahlah, seperti ada perasaan yang mengganjal. Belakangan ini Haein mudah terhanyut dalam lamunan tanpa sadar.
"Bengong mulu daritadi."
Lihat kan? Haein lagi-lagi melamun.
Saat mendengar teguran Minkyu, fokus Haein pun kembali. Didapatinya Minkyu tengah merotasikan bola mata malas saat tatapan mereka bertemu. "Lo sebenarnya niat makan apa nggak?"
Netra Minkyu beralih menunjuk beragam jenis makanan yang tersedia di hadapan mereka. Mengingat beberapa saat lalu, Minkyu datang ke ruang kerja Haein dengan menenteng bekal di tangan.
"Gue bela-belain bikin sarapan karena lo bilang belum makan dari semalam."
Sejenak, Haein melirik makanan yang terpampang di hadapannya. "Thanks for that. Gue bakal makan tapi nggak sekarang."
"It's been 30 minutes and now I'm starving dude. Gue daritadi gak nyentuh makanan karena nungguin lo."
"Just eat it, don't mind me."
Tak lagi memiliki nafsu makan, Haein malah mengabaikan santapan yang tersedia dan malah menghembuskan napas berat. Lelaki itu menggigit bibir bawahnya.. hendak mengatakan sesuatu pada sang adik yang sekarang sibuk berkutat dengan berbagai menu di bekal.
"If I do a mistake, lo bakal maafin gue gak?"
Pertanyaan random dari Haein membuat Minkyu sedikit bingung. "Ya tergantung lah."
Menghentikan aktivitas makannya, Minkyu kemudian menatap lekat sang kakak. "Emang lo buat kesalahan apa?"
Haein hanya diam. Percayalah kalau sikap Haein ini malah membuat Minkyu penasaran setengah mati.
"Separah itu kesalahannya sampai lo gak mau cerita?"
Seberat apapun itu, Haein pasti selalu menumpahkan semua keluh kesah pada Minkyu. Mengingat Minkyu adalah satu-satunya keluarga yang berada dekat dengan Haein. Namun melihat adanya keraguan, Minkyu yakin kesalahan yang Haein lakukan bukan sekedar kesalahan ecek-ecek.
"It's not that i don't wanna talk about this. Gue cuma pusing dan bingung karena kesalahan ini pun terjadi tanpa kehendak gue."
Si wakil direktur KHJ group memijat pelipisnya yang makin pening. Ini kan memang bukan kesalahannya, semua yang telah terjadi adalah pengaruh alkohol. Haein sama sekali tak sadar bahkan tak ingat apa yang terjadi malam itu.
Namun, memutar kembali memori saat ia mendapati Jisoo tidur di sampingnya dengan tubuh penuh bercak bekas percintaan, lantas membuat Haein tak bisa mengabaikan rasa bersalah yang melanda dirinya.
"Gue mabuk malam itu. Gue sama sekali gak ingat apapun semenjak pulang dari acara minum-minum dengan orang kantor."
Minkyu berpikir sejenak. Seingatnya acara minum-minum yang Haein maksud ada di hari yang sama dimana house party terlaksana di rumah mereka. "Lo buat masalah di house party? Jangan bilang kalo lo gebukin anak orang?"
Gelengan kepala dari Haein memberi pertanda tidak sebagai jawaban.
"I'm talking about Jisoo."
***
Haein menceritakan segala hal yang ia ingat.
Sejak malam dimana ia minum-minum bersama teman kantor dan berakhir dengan pulang dalam keadaan mabuk, hingga bangun di pagi hari dan mendapati dirinya dan Jisoo tidur bersama dalam keadaan full naked.
