Vote, follow, dan komen yang banyak biar aku semangat update.
Jangan lupa Follow Ig @Oh_hunnii juga, siapa tau kapan-kapan aku bikin thriller cerita ini di sana.
____
Happy Reading....
"Vi, bangun dong Vi. Sarapan dulu yok, Bokap gue udah nungguin di meja makan."
Vio sengaja pura-pura tak dengar dan masih terlelap saat mendengar ucapan Cleo. Gadis itu sudah berulang kali membangunkannya dengan mengguncang tubuhnya, tapi Vio tak akan membuka mata barang sedetikpun. Lebih baik ia dianggap tak sopan dengan melewatkan sarapan bersama Dias daripada ia harus bertemu pria itu dan berhadapan lagi dengannya di meja makan. Vio tak mampu melakukan itu, tidak setelah apa yang terjadi semalam.
"Vi, bangun dong. Nggak biasanya lo kebo gini."
Cleo masih kembali mencoba membangunkannya. Gadis itu bahkan sudah menarik rambutnya saking kesalnya. Tapi Vio tetap bersikap bebal.
"Lo kenapa sih, Vi? Gue tau lo udah bangun, nggak usah pura-pura deh."
Terlalu mencurigakan memang. Vio bukan tipe orang yang susah dibangunkan. Bukan juga orang yang tak bisa bangun pagi meski begadang semalaman. Kebiasaan Vio yang rajin melakukan stretching ringan dan olahraga di pagi hari membuat Cleo yakin seratus persen bahwa gadis itu sudah bangun sedari tadi. Tapi apa yang membuatnya malah berpura-pura seperti ini, Cleo tak tau alasannya.
"Kalo lo nggak mau bangun juga nggak papa, tapi jangan salahin gue kalo Bokap gue nganggap lo nggak sopan sama sekali. Lo tau sikap Bokap gue kan, Vi? Dia paling anti sama orang yang nggak punya etika."
Ya ya, terserahlah, Vio tak peduli lagi. Nyatanya orang yang menjunjung tinggi etika itu malah sudah melakukan pelanggaran etika yang sangat tidak senonoh tadi malam, dia sudah hampir meniduri teman putrinya sendiri. Bahkan dia... Ah, Vio ingin teriak rasanya mengingat bagaimana bibir Diaz menyusu di payudaranya.
"Gue pergi dulu, bye."
Kemudian Cleo beranjak, menutup pintu kamar dengan sedikit keras lalu turun ke bawah sambil mengomel-ngomel. Sementara Vio terbangun kemudian menghela nafas lega. Tanpa banyak tingkah, ia segera melangkahkan kaki ke kamar mandi, berniat membersihkan diri sambil berendam di batht-up untuk menenangkan diri.
Beberapa lama kemudian, setelah Vio selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi sambil memakai bathrobe bersih milik Cleo kemudian menemukan kedua temannya itu sudah stay di kamar sambil menatapnya tajam.
"Lo gila ya, Vi?" sembur Nia langsung tanpa basa-basi.
"Gara-gara lo nggak ikut sarapan, suasana makan tadi jadi terasa menegangkan tau nggak? Muka Om Dias keliatan marah, dia kesal karna lo udah nggak sopan di rumahnya."
Vio memutar bola mata. Ini hanya masalah tidak ikut sarapan, bukan melakukan tindak kriminal seperti mencuri di rumah Dias contohnya. Tapi respon semua orang seakan-akan ia sudah melakukan kesalahan sangat fatal.
"Ya elah, gue cuma nggak ikut sarapan doang, emang apa pengaruhnya?"
Cleo langsung berdecak kesal mendengar ucapan Vio.
"Lo kira ini cuma masalah nggak ikut sarapan? Masalahnya lo udah nggak sopan, abaiin peraturan rumah gue yang mana harus sarapan pagi bersama. Bokap gue paling anti ada yang melanggar peraturannya."
"Nah, terus gue harus gimana? Apa yang harus gue lakuin sekarang buat nebus kesalahan gue?" tanya Vio kesal.
"Minta maaf ke Bokap gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
MSD (My Sugar Daddy)
General FictionWarning 🔞 Dedek-dedek Emeshh silakan menjauh. Lapak ini mengandung adegan 1821 yang berbahaya bagi kesehatan otakmu. Diselingkuhi pacar, dipecat dari pekerjaan, pembayaran uang semester jatuh tempo, dan diusir dari kosan karna sudah lama menunggak...
