*Chapter 8*

4.6K 287 9
                                        

Hypertrophic cardiomiopathy, penyakit penebalan otot jantung yang terjadi secara abnormal dan tidak wajar. Penebalan otot jantung tersebut membuat organ ini menjadi sulit untuk memompa darah dengan baik.

Gara mengidap penyakit ini karena keturunan dari almarhumah sang mama. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab mamanya meninggal. Mamanya mengalami henti jantung tepat setelah melahirkan Gara.

Untuk Gara sendiri ia baru merasakan gejalanya ketika berusia 12 tahun.

Waktu itu sehabis pelajaran olahraga, Gara mengeluh sakit dada dan sesak napas bahkan sampai pingsan. Setelah di lakukan pemeriksaan, barulah ketahuan kalau Gara ternyata mengidap penyakit yang sama dengan ibunya.

◾◾◾◾

     

Adryan sudah berada di ruangan dokter spesialis jantung yang bernama dokter Brian itu. Setelah sebelumnya menyuruh Thaka dan Shino lebih dulu untuk menjaga Gara di ruang rawat.

"Saya pernah mengatakan bahwa kondisi otot jantung yang tidak normal dapat memicu aritmia yaitu gangguan irama jantung. Dan sekarang Gara mulai mengalaminya, tuan Adryan," ujar dokter Brian.

"Dari hasil pemeriksaan EKG terlihat bahwa detak jantung Gara tidak beraturan. Detak jantung bisa saja berubah karena stres, ketakutan atau sedang berolahraga. Kemungkinan sebelum berenang kondisi jantung Gara sedang tidak baik, tapi Gara tidak menyadarinya dan malah tetap dipaksa untuk berenang. Sehingga pada akhirnya memicu aritmia dan menyebabkan serangan jantung," Lanjutnya.

"Jadi, saya ingin menyarankan, sebaiknya mulai sekarang Gara harus selalu memakai smartwatch EKG untuk memantau kinerja jantungnya secara rutin setiap hari." Saran dokter Brian.

"Gara sudah punya benda itu dari lama, dok. Saat dia masih sekolah waktu itu selalu dipakainya, tapi semenjak lulus Gara 'kan sering di rumah aja dan jarang pergi keluar. Jadi dia tidak mau memakainya lagi." ujar Adryan,

"Meskipun di rumah aja tetap harus pakai, itu sangat penting. karena sensor detak jantung bisa memberikan sinyal pada pengguna ketika jantungnya bermasalah, supaya bisa cepat mengatasinya sebelum terlambat dan juga agar kejadian saat tenggelam tadi tidak terulang kembali." Tegas dokter Brian.

"Iya, Dok. Nanti akan saya paksa Gara supaya mau memakai smartwatch- nya lagi, " balas Adryan.

"Maaf.. saya ingin bertanya, kira kira berapa lama Gara harus di rawat disini ya, dok? Seperti yang anda tau kalau anak saya yang satu itu 'kan paling tidak suka berlama lama di rumah sakit. "

Dokter brian terkekeh, pasiennya yang satu itu memang setiap di rumah sakit selalu minta cepat dipulangkan.

"Untuk malam ini biarkan Gara menginap dulu disini. Karena dia masih kesulitan bernapas. Jika besok pernapasannya sudah membaik, dia bisa pulang."

"Baiklah, terima kasih dok. Kalau begitu saya permisi ingin menghampiri Gara di ruang rawatnya." pamit Adryan sembari bangkit dari kursi.

"Oh iya, silahkan, tuan Adryan. Nanti saya juga akan kesana untuk memeriksa Gara lagi," Balas dokter Brian mempersilahkan Adryan meninggalkan ruangannya.

"Baik, Dok, permisi." Adrian tersenyum sebelum melangkah keluar.

Kini Adryan berjalan di lorong rumah sakit menuju ruang rawat Gara. Ia melirik jam dipergelangan tangan, lalu langkahnya terhenti. Ia lupa belum melaksanakan sholat maghrib dan sekarang masih sempat. Adryan lantas segera melanjutkan langkahnya menuju mushola yang berada tidak jauh dari ruang rawat Gara.

About Gara [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang