Di atas kasur, tubuh Gara bergeming, tenggelam dalam kantuk yang berat dan asing. Setelah sholat subuh, ia hendak lanjut tidur karena kepalanya pusing. Tapi ternyata tidak bisa nyenyak juga.
Gara membuka matanya perlahan.
Seketika dunia berputar.
“Sssh..” desisnya lirih, tangannya terangkat memijat pelipis.
Pandangan yang ia dapatkan bukan dunia seperti biasanya. Semuanya buram, seperti dilihat dari balik lapisan kabut tebal. Siluet perabot kamar samar-samar tampak, namun tak berwujud jelas. Bahkan cahaya yang masuk pun terasa terlalu terang, menyakitkan mata.
Gara meringis. Kepalanya berdenyut, dan telinganya berdengung pelan—suara seperti bisikan yang tak bisa ditangkap maknanya. Ia mengerjapkan mata berkali-kali, mencoba fokus. Tak ada perubahan.
"Kenapa sakit terus, sih..." gumam Gara. Suaranya serak dan lelah. Ia berusaha duduk, namun gerakan itu membuat kepalanya makin pening. Tangannya terulur, mencari ponsel untuk menghubungi seseorang yang bisa ia mintai tolong untuk membantu. Sebenarnya tadi anggota keluarganya sudah menawarkan diri menemaninya di kamar, tapi Gara menolak dan sekarang ia menyesal karna tidak ada orang yang bisa membantunya disaat seperti ini.
Lalu, dari ujung matanya—Gara melihat sesuatu. Niatnya untuk menghubungi seseorang pun lantas teralihkan.
Gara mengerjap, memperhatikan siluet seseorang yang nampak melangkah mendekat. Tidak terlihat jelas, namun samar-samar yang bisa Gara tangkap dari siluet itu ialah rambut yang acak-acakan, bahu lebar, celana pendek dan hoodie kelabu familiar.
Gara mengerutkan dahi.
"Bang Shino?" Tegaknya dengan suara nyaris tak terdengar, hanya desir napas yang tertahan.
Siluet itu tidak menjawab, hanya melangkah pelan dan semakin mendekat. Gerakannya tenang, seperti tak terburu waktu. Dalam genggamannya, ia membawa sesuatu. Saat sudah makin dekat, Gara menyipitkan mata, berusaha melihat dengan jelas. Yang ia lihat hanyalah kontur samar yang familiar. Tapi ketika siluet itu mengulurkan tangan ke arahnya, Gara bisa melihat dengan cukup jelas—sebuah kacamata yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur.
Dengan ragu, Gara meraih kacamata itu. Kemudian memakainya.
"Maka---sih.. "
Gara mematung, tepat setelah ia sudah memakai kacamata—dunia mendadak menjadi lebih terang, lebih jelas.
Dan siluet seseorang yang mirip Shino…
menghilang.
Kosong.
Tidak ada siapa-siapa di kamarnya.
🔹🔹🔹🔹
🩵🍃🩵🍃🩵🍃🩵🍃🩵
(Selengkapnya bisa baca di aplikasi karyakarsa ya, mianhe 🙏)
Cari aja username kreator chogarenqi
KAMU SEDANG MEMBACA
About Gara [End]
Fiksi UmumTentang Gara menghadapi kekurangan dan kelemahan nya. 📢 Warning! - Ini cuma cerita fiksi ya! Jadi jangan terlalu dianggap serius! Buat hiburan aja! Ambil sisi baik nya, buang sisi buruk nya, okey! 💙😽
![About Gara [End]](https://img.wattpad.com/cover/304971871-64-k13071.jpg)