*Chapter 54*

1.9K 153 12
                                        

"Ini serius nanti mau kasih Gara surprise? Ntar kalo dia jantungan gimana? Kan Gara kagetan," Shino yang baru saja menghabiskan makan siangnya itu bersuara. Bertanya pada sang kembaran yang duduk di kursi sebelahnya.

Kembali membahas tentang rencana memberi Gara kejutan di hari ulang tahun sang adik besok lusa.

Thaka yang masih menikmati makan siangnya itu menoleh sekilas, "Kasih surprisenya ya biasa aja. Gak usah bikin kaget." Jawab Thaka disela-sela mengunyah makanannya.

"Gak surprise dong itu namanya, kalo ngasih nya biasa aja."

Thaka menelan makanan yang ada di mulut nya, lalu membalas Shino.

"Terus lo mau ngasihnya kayak gimana? Sambil teriak-teriak? sambil ngagetin dia gitu? Mau adek lo collapse lagi?" Balas Thaka sedikit ngegas.

"Gak gitu, Tha. Ah, lo mah emosi terus kalo sama gue." Kata Shino dengan wajah cemberut.

"Ya lo nya yang sering ngeselin. Gimana gak emosi?!"

Thaka kembali menyendok makanannya yang sisa sesuap.

"Lo udah nyiapin kado?" Shino bertanya lagi dan kali ini Thaka hanya menjawab dengan anggukkan kepala.

Shino menghela napas lesu,"Gue belum nyiapin kado. Tadi aja kalo papa gak bilang, gue gak tau besok lusa itu hari ulang tahun Gara. Gue bener-bener lupa. Abang macam apa gue ini? Masa ulang tahun adeknya sendiri gak ingat," ujar Shino, merutuki dirinya sendiri.

Thaka yang sudah selesai menghabiskan makan siangnya itu menggeser piring kotornya. Lalu meneguk air putih didalam gelas hingga tandas. Kemudian menoleh ke arah Shino yang raut wajahnya terlihat ditekuk.

"Lupa itu manusiawi. Setiap orang bisa lupa. Gara aja mungkin lupa juga sama ulang tahunnya sendiri. Lo mau kasih Gara kado apa emang? Kalo duit lo gak cukup, ntar gue tambahin," balas Thaka mencoba menghibur kembarannya yang nampak sedih itu. Shino walaupun ngeselin tapi Thaka tahu kalau kembarannya itu sangat menyayangi dan peduli terhadap saudara-saudara nya.

"Gak tau, Tha. Gue masih bingung mau kasih Gara kado apa. Lo kasih apa?" Shino balik bertanya.

"Secret,"

"Heleh, lagak lo pake secret secret segala,"

"Nanti lo juga tau sendiri."

"Iye, terserah lo."

◾◾◾◾

Malam sampai keesokan harinya, lagi-lagi Gara menghabiskan waktu hanya di dalam kamar. Selain karena malu matanya bengkak, juga karena ia sempat mengalami demam. Adryan menyuruhnya beristirahat di dalam kamar saja dan Gara pun menurut. Untungnya demam yang Gara alami tidak terlalu tinggi. Jadi tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Gara mengalami demam karena terlalu banyak menangis. Ternyata banyak menangis bisa juga membuat kondisi tubuh menjadi drop.

Setelah Gara diberi kompres semalaman, pagi hari demamnya sudah turun. Dadanya juga setelah di kompres jadi lebih enakan, tidak terlalu nyeri lagi.

Sekarang hari sudah menjelang sore, Gara memutuskan untuk keluar kamar, karena bosan di dalam kamar terlalu lama.

Seharian ini mansion nampak sepi. Adryan dan Thaka pergi bekerja. Sedangkan anggota keluarganya yang lain sedang sibuk pindahan dan juga sibuk mempersiapkan acara syukuran untuk besok.

Gara di mansion hanya berdua dengan Shino, beserta para maid dan para bodyguard saja.

Sejak pagi Shino menemani Gara didalam kamar. Tapi sejam yang lalu Gara mengusirnya. Karena Gara merasa sumpek melihat wajah abangnya itu terus. Sekarang Shino pasti sedang tidur di kamar nya sendiri.

About Gara [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang