53. Janji Persahabatan

455 10 0
                                        

Chapter 53: Janji Persahabatan
.
don't forget to vote for me
ENJOY

"Mungkin janjiku untuk terus bersamamu tidak bisa ku tepati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mungkin janjiku untuk terus bersamamu tidak bisa ku tepati. Namun, janjiku untuk selalu mencintaimu akan selalu aku simpan dan lakukan setiap hari."

Keadaan rumah sakit masih sama. Tidak ada perubahan dari Acel. Kandungannya juga normal. Acel juga sudah tenang dan kembali beraktivitas biasa di rumah sakit. Memakan makanan rumah sakit, mandi, olahraga, mengobrol, jalan jalan dan semuanya ia lakukan di rumah sakit dengan keadaan tangan yang masih diinfus dan dengan bantuan alat bantu nafas yang melingkar di hidungnya juga wajahnya. Tentu Acel tidak melakukan semuanya sendiri. Ia melakukannya bersama seseorang yang paling ia sayangi dan cintai.

Elgran. Satu sosok lelaki yang berhasil membuat Acel jatuh hati. Elgran telah berhasil membuat Acel jatuh dalam jurang cinta. Acel kini merasakan sesuatu yang sedikit bergejolak dalam hatinya. Entah apa itu. Ia tidak bisa menebaknya.

Elgran dan Acel sedang berada di taman pagi ini. Mereka sedari tadi hanya mengobrol di sebuah kursi kayu panjang yang terletak di bawah pohon ceri, Pohon kesukaan Acel. Mereka berdua hanya tertawa sambil berbincang hangat. Sesekali membahas tentang masa depan mereka bersama anak anak mereka.

"Kamu bayangin ga? muka anak anak kita nanti gimana?" Acel bertanya.

"Pastinya ganteng kayak Papanya. Iya ga, sayang?" Elgran menjawab sambil mengelus perut istrinya. Terus mencoba untuk mengajak sang buah hati mengobrol di dalam perut.

"Kalau yang lahir perempuan semua, gimana? kamu bakal sayang ga sama anak perempuan ini?" gadis itu bertanya lagi.

"It's okay! Aku malah seneng seneng aja kok. Tuhan pasti bakal kasih pilihan terbaik untuk kita. Perempuan ataupun laki laki, sama saja akan menjadi anak kita, 'kan? Aku ga bakal beda bedain mereka yang laki laki ataupun perempuan. Semua punya porsinya masing masing." kata Elgran lembut.

Acel tersenyum manis. Ia jatuh dalam rengkuhan hangat suaminya. Acel bersender pada dada bidang Elgran. Betapa bersyukurnya ia mendapat suami seperti Elgran. Yang bisa mendampingi ia disaat saat terpuruknya. Yaa.. Acel ngga bakal menyangka kalau seorang Elgran yang ia kira sangat menyebalkan dan sikapnya cuek, bakal jadi sangat perhatian dan sangat menyayanginya seperti ini. Wah.. jika dikira kira, mungkin Acel adalah wanita yang paling beruntung. Ia dijadikan ratu oleh suaminya sendiri.

Siapa yang ga iri? kalo aku sih.. iri banget! hahahahah.

Acel dan Elgran memutuskan untuk kembali ke kamar. Acel menggunakan kursi roda karena ia terpaksa. Elgran selalu menyuruhnya untuk menaiki kursi roda kemanapun. Walau secara pribadi, Acel tidak suka menaiki kursi berjalan itu.

LOOK AT ME - [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang