~

11 2 0
                                    

"li masih lama nggak?" Tanya vian pasalnya mereka sudah sejam berada di Gramedia.

"Bentar bang nyari satu lagi" jawab lia enteng.

"Lo mau nyari berapa banyak sih?" Kesal vian,yang melihat novel ditangan lia yang sudah berjumlah hampir 10.

"Sabar bang,kalo mau pulang, pulang aja lia naik taksi juga bisa kok pulang nya" ucap lia dengan nada merajuk.

Melihat raut diwajah lia yang berubah membuat vian berujar"iya iya gue tunggu" menghela nafas pasrah.

"Nah ketemu" tersenyum manis kearah novel.

"Bang ay-" belum selesai lia berucap,dia melihat vian yang ketiduran dikursi yang tidak jauh dari rak rak buku.

"Maaf yah bang lia emang gini kalo lagi sedih harus ngelepasin amarah dengan beli ini itu" ucap Lia menunduk sambil merasah bersalah.

"Loh udah selesai?" Tanya vian yang baru saja bangun dari tidurnya.

Mendengar pertanyaan dari vian lia hanya menggangguk.

"Li muka lo pucet lo cape?" Tanya vian dengan nada khawatir pasalnya muka lia itu kelihatan pucat sekali.

Tes tes tes

"Hah berdarah"batin lia dan segera mengusap nya kasar agar tidak dilihat oleh vian.

"Lia" menangkup pipi lia dan betapa terkejutnya melihat hidung lia yang berdarah karena sedari tadi tidak bisa berhenti.

"Kita kerumah sakit" ucap vian dengan nada yang tidak ingin dibantah.

"Lia mau pulang aja"tolak lia.

"Li dengerin abang kita kerumah sakit sekarang abang nggak suka dibantah" tekan vian.

"Lia juga nggak suka dipaksa!" Ucap lia tak mau kalah dan berlenggang pergi tapi tiba tiba padangan nya menjadi buram.

Bruk

Lia tiba tiba ambruk ditengah ramainya orang yang sedang membeli buku.

Otomatis orang yang melihat langsung mengelilingi lia,dan vian dengan muka khawatir nya.

"AHH SIAL!!LO PADA KENAPA CUMAN NONTON!!"meneriaki orang yang cuman melihat mereka tanpa ada niat membantu.

"NGGAK PUNYA OTAK LO SEMUA!!"setelah mengatakan itu vian segera menggendong lia membawanya kemobil dan mengantar lia kerumah sakit.

Percayalah vian itu sebenarnya orangnya nggak suka marah marah,terus ramah sama orang orang tapi kalo sekalinya orang yang dia sayang disakiti pasti orang yang menyakiti orang yang dia sayang,dia janji pasti dapat balasan yang lebih.

......................

Sekarang lia sedang berada diruang ICU sedang diperiksa dokter sedangkan vian asik bolak balik berjalan karena khawatir dengan keadaan lia dia juga sedang menunggu kedatangan bokap dan nyokapnya yang sudah dia telfon beberapa menit yang lalu.

"Vin vin gimana keadaan lia" ujar ibu vian yang baru saja datang dan dengan nada khawatir.

"Vian mama khawatir" menangis sambil menutup mukanya menggunakan telapak tangan.

"Mama nggak bisa jadi mama yang baik buat dia" ujar ibu vian masih dengan air mata yang berlinang.

"Sayang jangan ngomong kayak gitu kamu sudah menjadi ibu yang baik buat lia begitu juga aku jadi jangan nyalahin diri kamu sendiri" jelas bokap vian sambil memeluk guna menenangkan istrinya.

Beberapa menit tanpa adanya pembicaraan sembari dokter keluar ada rio dan juga ara yang datang.

"Vin gimana keadaan lia?" Tanya ara dengan nada khawatir.

RIO And LIA [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang