~

15 3 0
                                    

..................

"Dok tolong dok"ucap vian khawatir setelah melihat dokter yang berjalan kearah brankar lia.

"Iya kak, tolong tunggu diluar dulu yah saya akan memeriksa pasien dulu" tanpa menjawab dokter,vian memilih lebih dulu keluar.

Melihat vian yang keluar dengan wajah khawatir membuat alfin bingung.

"Lia kenapa vin?"vian tidak menjawab pertanyaan alfin dia lebih memilih diam,alfin juga tidak mau memaksa vian untuk menjawab pertanyaan nya sampai tiba tiba orang datang dan.

Bugh

Bugh

Bugh

Tiga pukulan mendarat dipipi mulus rio.

"LO APAIN LIA HAH!!"emosi menjalar ditubuh vian.

"JAWAB!!, JANGAN CUMAN DIAM LO TAU NGGAK LIA LAGI DROP DAN DITANGANI DOKTER DIDALAM!!"mata vian memerah menatap mata rio yang terlihat lemah karena habis dihantam sama vian.

Bugh

"Ini buat lo yang berani nyakitin lia,lo taukan gue udah nganggep lia adek gue sendiri"melihat rio yang mulai melemah alfin segera menderai keduanya.

"Udah,vin" vian berdiri setelah melihat dokter yang keluar dari ruangan lia.

"Dok gimana keadaan lia?"

"Dia baik baik saja,tapi jangan dibuat capek sama pikirannya"ujar dokter menjawab pertanyaan vian.

"Sekarang boleh masuk dok?"

"Silahkan kak" mempersilahkan vian untuk masuk.

"Makasih dok" setelah mendapat ucapan terimakasih dari vian,dokter yang menangani lia tadi segera melenggang pergi.

"Eits denger yah nggak boleh ada yang masuk selain gue sama alfin termasuk lo Rio"ucap vian yang melihat rio yang hampir masuk.

"Gue pacarnya"

"Gue kakaknya kalo lo lupa, lagian emang lia mau liat lo?"ucap vian tersenyum smirk meninggalkan rio yang terdiam.

Kalo kalian tanya ara, nyokap sama bokapnya mana,udah pulang sejaman tadi.

.................

Disisi lain lia yang sekarang.

"Ma,mama kenapa tega tinggalin lia" melihat foto dia dan ibunya di handphone nya sambil meneteskan air mata.

"Mama nggak sayang lagi yah sama lia?"

"Lia pengen nyusul mama tau,mama izinin lia nggak?"

"Mama kok cuman diem" air matanya mengalir semakin deras sampai suara yang menurutnya tidak asing terdengar.

"Lia" suara lembut itu menyapa pendengaran lia.

"Kak vian,kak alfin?" Raut wajah lia berubah seakan bertanya kenapa alfin disini.

"Gu-gue mau minta maaf li" ucap alfin gugup.

"Lia udah maafin kok" tersenyum manis kearah alfin.

Melihat lia yang terus menatap pintu vian segera bertanya.

"Lo lagi nyari rio?"

"E-enggak kak"

"Gue nggak izinin dia masuk,and gue juga habis nonjok dia,kesel gue" ucap vian dengan muka judesnya.

"Vian kalo nyakut lia marah banget yah" batin alfin.

Lia membulatkan pupilnya tanda kaget.

"Kenapa kaget?"

RIO And LIA [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang