Kalut Bersama Larut

80 5 0
                                        

Daku bersimpuh pada langit malam
Sembari menikmat pahit nya seduh kopi hitam
Seraya memandang riak ramai pada sudut persimpangan jalur henti
Termenung nafsi....
Tentang apa yang telah usai terlewati pada hari ini
Tak ada yang cukup berarti..
Masih saja dengan derita yang sama
Menelan pahit rindu ibarat kopi yang dirasa.

Aku hanya mampu menatap kendara berlalu lalang
Sebab indah tatapmu kini telah menghilang
Pamit pergi janji kembali tapi tak kunjung datang
Kopi rindu ini kian bertambah pahit,
Akibat raga kita yang tak saling terkait.

Puisi Romantika KunoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang