Air Mata

39 4 0
                                        

Dengarlah,
Aku mengucap namamu dikala malam
Melangitkan rinduku pada langit hitam
Menantikan hadirmu beradu dengan jarum jam
Terkadang aku lelah bermonolog bersama Alam

Takkan habis tetesan air mata membasahi wajah
Ia mengairi dataran yang hampir mati
Seolah menghidupkan lembah yang harusnya suci
Menenangkan gersang saat dibakar amarah

Rindu seolah menyelamatkan mata yang hampir buta
Hampir tak dapat melihat lembah indah dikala senja
Samar ketika bulan hendak purnama
Rindu memberi pertolongan saat jiwa dan raga terkikis oleh kecewa.

Puisi Romantika KunoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang