Tuturku pada senja,
Kenapa kau tampak begitu murung?
Jangan bersedih,
Semua akan baik-baik saja
Aku tau, cahayamu perlahan hancur berkeping-keping
Aku melihat datar pada kehadiranmu saat ini
Kau bahkan tak menyapaku lewat hadirmu
Dan kau juga tak berpamitan menjelang kepergianmu
Kepada senja,
Kenapa kau seakan membisu?
Seiring dengan mentari yang perlahan ingin tenggelam
Apakah Alam hendak menyambut akan hadir rindu?
Rindu yang membawa angan pada sunyi malam
Seakan Waktu ingin memberi salam akan hadir sebuah makna kerinduan
Detik waktu beriring dengan detak jantung yang perlahan mulai hilang nada
Alunan acak seakan memandang rindu yang telah datang
Ini hanya rindu, tapi aku mulai merasa gamang
Sebab kala senja,aku kerap melihat nuansa yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Romantika Kuno
PoetryPuisi Romantika Kuno karangan Danta Surbakti ini menjelaskan tentang perjalanan panjang mencari arti sebuah kerinduan, menceritakan sebuah kisah klasik yang teramat berharga, Cerita tentang perjalanan cinta dua insan yang pernah saling melengkapi. N...
