Tidakkah engkau melihat hujan pada malam ini?
Apakah engkau melihat langit yang sama dengan yang kulihat?
Lihatlah,
Setiap tetes yang jatuh mengiringi air mata meresap kedalam inti bumi,
Langit yang berbintang kini hilang warna berselimutkan pekat.
Hujan tak membenci bumi kerena menusuk tanah,
Aku tak membenci cintamu karena lekat telah kau pisah,
Air tak ingin menjadi bencana pada alam,
Aku menginginkanmu meskipun mimpi telah kau buat kelam.
Hijau daun menanti akan hadirnya hujan,
Hatiku ingin meraih alur tentang mimpi pertemuan
Tetes hujan meninggalkan berjuta embun pagi,
Tetaplah menjadi rindu, dan akan ku nanti dikau kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Romantika Kuno
PoetryPuisi Romantika Kuno karangan Danta Surbakti ini menjelaskan tentang perjalanan panjang mencari arti sebuah kerinduan, menceritakan sebuah kisah klasik yang teramat berharga, Cerita tentang perjalanan cinta dua insan yang pernah saling melengkapi. N...
