Setelah kejadian di mana Selena harus berpura-pura dan berperan sebagai kekasih Edgar di hadapan ayahnya, Selena masihlah harus melakukan berbagai hal yang sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat. Di mana dirinya harus membatu Edgar untuk melakukan berbagai aktifitasnya. Atau tepatnya, Selena dimanfaatkan selayaknya seorang budak oleh Edgar. Sebab Selena benar-benar harus melakukan banyak hal, termasuk harus menjadi asisten Edgar dalam hal mengajar karena ada banyak hal yang tidak bisa ia lakukan karena kondisi tangannya yang memang masih di gips karena keretakan pada tangannya tersebut.
Selain sibuk untuk mengurus tugasnya sebagai asisten mendadak Edgar, sepulang kuliah Selena juga harus membereskan rumah Edgar dan memasak untuk pria itu. Selena benar-benar sibuk karena banyak hal. Terlebih, masa itu adalah masa ujian tengah semester yang juga sangat penting di perguruan tinggi Selena. Jelas dengan fakta tersebut, Selena harus sibuk dengan kegiatan belajarnya. Ia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.
Meskipun dirinya juga sibuk untuk mempersiapkan ujiannya, Selena tidak berpikir jika dirinya mengundurkan diri atau meminta kemudahan dari Edgar. Mengingat jika perjanjian mereka masih berlaku hingga tangan Edgar nantinya. Jadi, selama Edgar masih belum sembuh, Selena akan berusaha untuk mengerjakan semua hal yang memang perlu ia lakukan. Selena tidak mau sampai Edgar memiliki keluhan yang pada akhirnya membuat Selena kembali gelisah dengan ancaman bahwa Edgar akan mengungkapkan rahasianya.
Saat ini, Selena tampak tengah memasak di dapur unit apartemen Edgar. Ia sudah menghabiskan hampir setengah jam di dapur tersebut untuk menyiapkan makan malam untuk pria itu. Untungnya, kini Selena sudah selesai memasak dan hanya perlu menyajikannya pada Edgar. Lalu Selena bisa kembali ke unit apartemennya sendiri dan memulai kegiatan belajarnya, karena besok ada ujian penting yang cukup sulit baginya.
Edgar sendiri datang ke ruang makan tepat waktu ketika Selena sudah selesai menyajikan makanan. Selena sendiri melepas celemeknya sembari berkata, "Kalau begitu, aku pulang dulu, Kak."
Edgar mengernyitkan keningnya dan menjawab, "Makan dulu. Aku tidak bisa menghabiskan semua makanan yang telah kau buat ini."
Selena tentu saja balas mengernyitkan keningnya. "Kakak bisa menyimpan sisa makanannya di lemari pendingin atau bisa juga membuangnya jika tidak ingin makan makanan yang dihangatkan," ucap Selena.
"Aku tidak mau melakukan hal yang merepotkan," jawab Edgar lalu mengangkat tangannya yang masih digips. Seakan-akan ingin menekankan bahwa Edgar saat ini tengah berada dalam kondisi yang tidak baik, sekaligus mengingatkan apa yang sudah mereka sepakati bersama beberapa saat yang lalu.
Pada akhirnya, Selena harus menggertakkan giginya dan duduk di meja makan yang sama untuk menikmati makan malam yang sama dengan Edgar. Saat itulah, Selena baru sadar jika dirinya juga merasa lapar. Dari pagi, ia hanya memakan roti lapis di sela jam ujiannya. Hingga ia pun merasa begitu lapar, dan kini ia makan dengan porsi yang lebih banyak daripada biasanya. Edgar yang melihat hal itu tentu saja tidak berkomentar, tetapi dirinya merasa lega karena setidaknya Selena makan dengan baik.
Atau tepatnya, ia tidak bisa melontarkan kalimat yang terdengar nyaman di telinga Selena. Sebab beberapa saat kemudian Edgar malah berkata, "Kunyah makananmu dengan benar. Atau jika tidak, kau akan mengalami sakit perut ketika ujianmu esok hari."
Mendengar hal itu, Selena memasang ekspresi yang buruk. "Aish, apa Kakak tidak punya hati? Kenapa membicarakan masalah perut saat makan seperti ini? Selain itu, apa Kakak tidak tau? Perkataan itu seperti doa. Bagaimana jika aku benar-benar bernasib sial dan sakit perut saat ujian? Apa Kakak mau bertanggung jawab?" tanya Selena tampak kesal.
Namun, Edgar malah tampak tenang. Atau lebih tepatnya merasa sangat terhibur di balik eskpresi dinginnya. Edgar pun dengan sengaja membuat Selena merasa lebih kesal dengan bertanya balik, "Kenapa aku harus bertanggung jawab? Apa kau hamil anakku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Playing with My Professor
RomanceSemuanya berawal dari Selena yang terus membuat kesalahan demi kesalahan dan semuanya tertangkap basah oleh Edgar. Selena yang pada dasarnya tidak berhubungan terlalu baik dengan Edgar yang tak lain adalah profesor muda di kampusnya tersebut, tentu...
