Ayang-ayangnya Mimi jangan lupa tinggalin jejak yaa. katanya mau Mimi upload tiap hari, harus semangat juga dong tinggalin komennya ehe
*
*
*
Kepala pelayan tampak terkejut karena pintu kamar Edgar yang baru saja akan ia ketuk, tiba-tiba terbuka dan muncullah Edgar yang tampak hanya mengenakan jubah tidur yang bahkan tidak ia ikat dengan benar. Sudah jelas jika Edgar terlihat baru saja bangun tidur. Kepala pelayan yang bernama Reano tersebut pun bertanya, "Selamat pagi, Tuan Muda. Maaf, Tuan Muda apa mungkin saya mengganggu tidur Anda?"
"Aku memang sudah bangun dan berniat untuk memanggilmu. Ada beberapa hal yang ingin kuminta padamu. Tapi, sebelum itu, kurasa kau sepertinya memiliki hal yang ingin kau sampaikan padaku hingga datang padaku di waktu sepagi ini," ucap Edgar.
Mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan apa yang memang ia sampaikan, Reano pun segera berkata, "Terima kasih, Tuan. Saya datang untuk menyampaikan bahwa sebelumnya Tuan Besar menghubungi saya. Beliau menanyakan kondisi tangan Tuan Muda apakah sudah membaik atau tidak. Selain itu, Tuan Besar meminta Tuan Muda untuk menerima telepon darinya atau menghubungi Tuan Besar kembali. Jika tidak, Tuan Besar akan datang ke villa untuk berbicara secara langsung dengan Tuan."
Edgar yang mendengar hal itu pun mendengkus. Ia tahu, bahwa sang ayah memang tengah berusaha untuk menekan dirinya. Tepatnya menekan dirinya untuk mengikuti perjodohan. Sepertinya usaha Edgar untuk mempertemukan Selena dan ayahnya belum cukup berhasil untuk membuat ayahnya itu berhenti untuk berusaha untuk menjodohkan dirinya. Edgar mendengkus merasa kesal dibuatnya.
"Aku mengerti. Aku akan mengurus hal itu sendiri," ucap Edgar. Tentu saja Reano yang mendengar hal itu pun mengangguk.
Lalu Edgar sendiri berkata, "Lalu sekarang dengarkan perintahku baik-baik."
Tentu saja Reano segera bersiap untuk mendengarkan penjelasan Edgar baik-baik. Sebab dirinya tidak ingin sampai dirinya melakukan kesalahan dan membuat Edgar merasa tidak nyaman atau kecewa dengan pelayanan dirinya. Terlebih setelah apa yang terjadi di sebelumnya. Di mana Edgar tidak bisa segera menempati villa karena ada masalah di kamar utama yang memang akan menjadi tempat beristirahatnya. Jadilah kini Reaano perlu memastikan jika dirinya tidak boleh melakukan kesalahan lagi.
"Baik, Tuan Muda. Saya mendengarkannya baik-baik," ucap Reano. Lalu Edgar pun mulai menyebutkan beberapa hal yang memang akan ia tugaskan pada sang kepala pelayan tersebut.
"Pertama, tugasmu adalah mengatakan pada ayahku jika aku tidak bisa diganggu. Ayahku juga tidak boleh sampai datang ke villa ini. Jika iya, maka aku akan membuat beberapa masalah yang jelas akan memusingkan dirinya. Kedua, jangan ganggu aku atau membuat keributan yang mengganggu. Ketiga, kalian juga tidak perlu membangunkan Selena atau menyiapkan makanan untuknya. Sebab aku akan memanggil kalian saat aku membutuhkan sesuatu," ucap Edgar.
Tentu saja Reano yang mendengar hal tersebut segera menghubungkan berbagai informasi dan hal yang mungkin terjadi, hingga bisa menyimpulkan satu hal. Di mana saat ini Selena tengah berada di dalam kamar sang tuan muda. Lalu Reano bertanya, "Apa saya perlu meminta salah satu pelayan untuk menyiapkan pakaian baru untuk Nona Selena dan mengantarkannya ke kamar Tuan?"
Edgar terdiam, tidak menyangka dengan penilaian kepala pelayan yang cukup tajam. Edgar pun sadar jika Reano memang cukup cerdas dan bisa dipercaya. Mungkin, ke depannya Edgar memang bisa memanfaatkan Reano dan menjadikan kepala pelayan ini sebagai salah satu orang kepercayaannya. Edgar pun berkata, "Kau tidak perlu mengurus masalah itu. Kau pastikan jika apa yang kuperintahkan dilakukan dengan baik."
Reano yang mendengarnya jelas mengangguk. "Baik, Tuan. Saya akan memastikan jika semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Kalau begitu, selamat beristirahat, Tuan Muda."
Setelah mendengar hal itu, Edgar berniat untuk menutup pintu kamarnya. Hanya saja, sebelum benar-benar menutup pintu, dirinya sudah lebih dulu berkata, "Ah, satu hal lagi. Pastikan jika tidak ada pelayan atau dirimu sendiri membicarakan hubunganku dengan Selena."
Reano tersenyum dan menjawab, "Tuan tidak perlu mencemaskan hal tersebut. Kami akan menjaga informasi ini dengan baik. Termasuk dari Tuan Besar."
Setelah mendengar perkataan tersebut, Edgar pun menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan menguncinya dari dalam. Setelah itu, Edgar melepaskan jubah tidurnya sebelum kembali berbaring di ranjang dan dengan hati-hati menarik tubuh Selena ke dalam pelukannya. Selena yang memang tengah tidur dengan terlelap, sama sekali tidak terganggu dengan hal tersebut. Bahkan Selena dengan alami semakin menempelkan pipinya pada dada Edgar yang terasa sangat hangat.
Ekspresi Edgar sendiri terlihat melembut ketika melihat tingkah Selena. Edgar memeluk Selena yang juga masih dalam kondisi telanjang di bawah selimut yang lembut. Edgar sendiri memejamkan matanya dan berkata, "Ah, ini pagi yang terasa sangat indah. Rasanya hari ini akan terasa begitu menyenangkan."
***
Beberapa jam kemudian, Selena pun tiba-tiba terbangun dengan perasaan terkejut bukan main. Jelas Selena terkejut karena saat ini dirinya terbangun di dalam pelukan Edgar yang juga tengah terlelap dengan nyamannya. Selena tentu saja dengan mudah bisa mengingat apa yang terjadi tadi malam. Bahkan setiap detik dari kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam benar-benar teringat dengan detail oleh Selena.
Jelas itu terasa sangat memalukan bagi Selena. Karena dirinya malam tadi benar-benar sangat memalukan karena dirinya lepas kendali dan melakukan hal yang sangat gila. Bahkan Selena merasa jika hal itu adalah hal paling gila yang ia lakukan sepanjang hidupnya. Selena pun berpikir jika dirinya harus segera pergi. Tepatnya ia tidak ingin tetap berada di sana saat Edgar membuka mata nantinya.
Namun, sebelum Selena berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Edgar, Edgar sudah lebih dulu mengeratkan pelukannya pada tubuh polos Selena lalu berkata, "Kita masih bisa tidur lebih lama lagi, Lena."
Selena tentu saja membulatkan matanya terlalu terkejut dengan apa yang ia dengar tersebut. Ia pun menatap Edgar, yang rupanya ternyata masih memejamkan matanya. Edgar masih terlihat seperti tertidur dengan nyenyak, tetapi perkataannya sebelumnya terdengar sangat jelas bukannya seperti sebuah igauan. Selena pun terus menatap wajah Edgar dengan begitu lekat, seakan-akan ingin memastikan apakah Edgar masih tidur atau tidak. Tatapan itu pada akhirnya membuat Edgar merasa terganggu.
Edgar menghela napas dan membuka matanya sebelum bertanya, "Apa kau masih ingin mengagumi ketampananku?"
"A, Apa?" tanya balik Selena terkejut bukan main karena mereka kini bertatapan dengan sangat jelas.
Sebelum Edgar mengatakan apa pun, suara perut Selena sudah lebih dulu menginterupsi. Membuat Selena merasa lebih malu daripada sebelumnya. Lalu Edgar pun seketika mengubah posisi berbaring mereka menjadi dirinya yang setengah menindih tubuh Selena. Tentu saja posisi tersebut membuat dada Edgar bersentuhan langsung dengan puncak payudara Selena, dan secara langsung memberikan rangsangan yang membuat Selena kegelian.
Namun, Edgar tampaknya tidak berniat untuk menggoda Selena karena selanjutnya, Edgar berkata, "Sepertinya kini aku mendapatkan tugas untuk memberi makan anak burung yang manis."
KAMU SEDANG MEMBACA
Playing with My Professor
RomanceSemuanya berawal dari Selena yang terus membuat kesalahan demi kesalahan dan semuanya tertangkap basah oleh Edgar. Selena yang pada dasarnya tidak berhubungan terlalu baik dengan Edgar yang tak lain adalah profesor muda di kampusnya tersebut, tentu...
