"Jadi katakan padaku bagaimana pekerjaanmu?" tanya Kun yang saat ini tengah duduk di depan meja Doyoung.
"Aku merasa sangat beruntung Kunie, aku mendapatkan atasan yang ramah. Pekerjaanku juga belum terlalu berat karena aku masih masa percobaan. Kesimpulannya aku betah bekerja di sana." cerita Doyoung sambil menyesap Cappuccino yang Kun buat untuknya.
"aaahh kau sangat beruntung Doyoungie! Syukurlah jika kau betah di sana." jawab Kun sambil memandang wanita cantik yang tengah asik memakan cheese cake favoritnya.
Di mata Kun, Doyoung terlihat sangat imut saat mengunyah makanan. Ia terlihat seperti kelinci dengan pipi yang mengembang dipenuhi makanan didalamnya. Ditambah cream cheese yang tertinggal di sudut bibirnya, "sangat menggemaskan." batin Kun.
Sadar jika dirinya saat ini tengah di perhatikan oleh lawan bicaranya, Doyoung berbalik menanyakan keaadaan Kun yang sudah seminggu ini dia tinggal.
"Lalu bagaimana dirimu Kunie? apakah kamu sudah mendapatkan panggilan kerja?" tanya Doyoung setelah menelan habis makanan yang ada di dalam mulutnya.
"Belum. Sepertinya aku belum beruntung. Tapi tidak apa-apa, bos menjanjikan ku bonus semenjak kau tidak bekerja lagi disini." bohong Kun.
"wahh, benarkah? Panggil saja aku jika kau butuh batuan Kunie." ucap Doyoung kurang jelas karena pipinya dipenuhi cheese cake terakhirnya.
"Terimakasih. Aku lanjut kerja dulu. Cepat habiskan makananmu dan pulanglah. Kau butuh istirahat Doyoungie." tutur Kun sambil mencubit hidung Doyoung. Ia tidak dapat menahan rasa gemasnya pada wanita itu, dan alasan Kun menyuruhnya cepat pulang karena malam ini adalah malam purnama, Kun juga harus pulang lebih cepat dari biasanya.
Malam dimana Kun akan kehilangan memorinya di setiap bulan purnama. Sengaja ia tidak memberitahu sahabatnya karena Kun tahu bahwa Doyoung pun tidak menyadari bahwa ia adalah seorang Luna.
Kun sendiri adalah seorang Hunters yang ditugaskan untuk mengawasi sang Luna yang sudah ditetapkan dalam ramalan kuno Clan Gaelic.
Ramalan kuno itu mengatakan bahwa Clan Gaelic harus menggagalkan keturunan Terakhir Helios untuk menemukan mate-nya. Sehingga sang Raja Clan mengutus semua Hunters untuk mengawasi setiap Luna termasuk Doyoung.
Ketika purnama, insting sang hunter akan mengambil alih jiwa Kun. Ia tidak akan mungkin melukai sang Luna yang kini menjadi sahabatnya. Oleh sebab itu Kun selalu memberitahu Doyoung untuk cepat pulang sebelum malam purnama datang. Doyoung sendiri selalu heran mengapa ia harus berada di dalam rumah saat bulan purnama. Kun hanya menyuruhnya tanpa penjelasan dan anehnya Doyoung selalu menuruti perkataan sahabatnya.
♡
"Minggu depan kita akan kunjungan ke daerah Gangwon selama 3 hari 2 malam. Jadi bawalah baju ganti dan perbekalan pribadi yang diperlukan." Jelas Yuta kepada semua bawahannya yang ada di ruang perencanaan.
Provinsi Gangwon sendiri sangat jauh dari kota Seoul, terlebih daerah yang akan mereka kunjungi sangat dekat dengan sebuah gunung, dimana area itu adalah tempat berkumpulnya semua anggota Clan Helios.
"Apakah desain yang kemarin itu disetujui?" tanya Doyoung kepada salah satu rekan kerjanya.
"Iya, Doyoungie. Ini kunjungan pertamamu kan? Jadi bawalah mantel yang tebal karena minggu depan sudah memasuki musim dingin di bagian utara. Udaranya lebih dingin dari direktur kita." Ucap Ten sarkas.
"ahh aku belum pernah melihat direktur kita. Apakah dia akan ikut kunjungan ini?" tanya Doyoung penasaran.
"biasanya tidak, jika ada project besar saja ia akan ikut. Untuk kali ini sepertinya akan diwakilkan atasan lain saja. Terlebih jaraknya sangat jauh. Akan sangat melelahkan baginya." jawab Ten jujur.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIND HER || JAEDO (GS)
FanfictionWarn : Mature Content, 18+ , GS. Jaehyun menemukannya di dalam situasi yang tak terduga. Mereka harus menemukan 3 batu asing yang harus dihancurkan untuk mematahkan ramalan kuno yang sudah ditetapkan. Akankah mereka berhasil melaluinya?
