XIII He is Back

971 77 13
                                        

Bau alkohol khas rumah sakit masih tercium jelas di ruangan itu. Jaehyun sedang membersihkan tangan dan kaki wanitanya yang masih belum sadar sejak persalinannya 3 hari yang lalu. Dengan ijin petugas ICU Jaehyun mengelap tubuh Doyoung dengan handuk kecil yang sudah dibasahi oleh air hangat dan antiseptik.

"Doyoung~aaa, cepatlah bangun. Anak kita ingin bertemu denganmu." bisik Jaehyun setelah selesai membersihkan tubuh Doyoung.

Ia menaruh bak air itu di sudut ruangan dan segera duduk di kursi yang berada di samping kasur Doyoung. Ia meraih jemari Doyoung dengan hangat kemudian ia mencium dan menempelkan tangan rapuh itu di pipinya. Sementara tangan yang lain mengusap lembut surai rambut hitam yang masih tampak berkilau.

Jaehyun 24 jam berada di rumah sakit itu, bergantian jaga dengan ayah sambungnya. Siang hari dia akan berjaga di kamar anaknya dan malam hari ia menjaga Doyoung. Sementara Taeil lagi-lagi kembali mengambil alih beberapa meeting dan pertemuan di perusahaan Jaehyun. Tentu Jaehyun tak akan tega meninggalkan keluarga kecilnya sendirian di rumah sakit. Terlebih Doyoung masih berada di ambang hidup dan mati.

"Makanlah Jae, Kau harus punya banyak energi untuk menjaga mereka disini." ucap Taeil yang menyodorkan kimbab dan ayam goreng.

"Terimakasih hyung. Bagaimana kantor? apakah ada masalah?" tanya Jaehyun yang duduk sembari membuka bungkus makanan itu di ruang tunggu.

Jaehyun terpaksa keluar dari ruangan steril itu karena mendengar Taeil yang terus-terusan mengetuk pintu kaca itu.

"Kantor aman terkendali, tidak ada masalah Jae. Kau fokus saja dengan istri dan anakmu dulu." ucap Taeil.

Jaehyun hanya mengangguk, mulutnya penuh dengan makanan. Ia tersadar perutnya belum terisi apapun hari ini. Ia bisa jatuh sakit jika tidak ada Taeil yang mengantarkan makanan ini.

"Hyung, tolong jaga istriku sebentar. Aku mau cuci muka dan gosok gigi di toilet." ucap Jaehyun yang sudah memakan habis makanannya.

"Baiklah aku akan menjaganya dari luar."

"Baiklah, bebaskan dia." perintah Johnny setelah mendapatkan saran dari beberapa sekutunya.

Lelaki yang tampak begitu kurus dan lemas kini terbaring di sebuah ruangan gelap yang begitu pengap. Bahkan ia bisa melihat tulang rusuknya yang tercetak jelas di balik kaos tipis itu. Suara pintu sel terbuka diikuti oleh sinar cahaya yang mulai memenuhi ruangan itu. Di seretnya lelaki itu keluar sel menuju ruang tengah dimana Johnny berada.

"Akan ku bebaskan jika misi mu kali ini berhasil. Dan juga awasi mereka." perintah Johnny.

"Baik tuan. Terimakasih. Terimakasih banyak." ucap Kun sambil berlutut tepat di kaki Raja clan itu.

Akhirnya ia kembali menghirup udara bebas. Kun segera keluar dari mansion itu dan kembali mengisi energi untuk mengawasi Doyoung.

Pagi hari Doyoung terbangun karena mimpi yang sama. Ia sudah sering bermimpi tentang hal itu namun ia begitu takut untuk menceritakan kepada Jaehyun.

Ia begitu lemas dan bingung karena melihat perutnya sudah kempes dan banyak kabel yang menempel di tubuhnya. Ia mengedarkan netranya ke seluruh ruangan lalu berhenti tepat di sampingnya.

Lelaki itu tampak kurus dan lesu, ia tertidur dengan sangat damai. Wanita cantik itu kembali memejamkan mata mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Yang ia ingat hanyalah saat ia berada di ruang bersalin, bahkan ia tak ingat kapan bayinya lahir.

"Jae." ucap Doyoung lemas.

Jaehyun terbangun bukan karena ia mendengar suara istrinya. Namun ia terbangun karena ada tangan yang mengusap lembut rambut kepalanya.

FIND HER || JAEDO (GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang