[12]

18.4K 835 8
                                        

Tok tok tok

"Rendi? Rendi kau di rumah?"

Tok tok tok

"Rendi, kita akan mengemasi barang-barang mu"

Hening, tidak ada suara dari dalam rumah Rendi dan itu membuat Rangga berprasangka buruk

"Kemana dia?"

"Rendi? Rendi kau di dalam? Jawab aku!"

Tetap ada jawaban dari dalam sana

Tok! Tok! Tok!

"Rendi!! Buka pintu nya! Rendi!"

Rangga menaik turun kan gagang pintu itu tapi pintu itu terkunci dari dalam

"Rendi! Heyy! Kau tidak apa-apa?! Rendi!"

"Sial sepertinya ini harus dibuka paksa"

Brakk

"Rendi?! Rendi kau dimana?!"

Rangga membuka kamar Rendi tetapi Rendi tidak berada di kamar nya

"Rendi! Dimana kau?!"

Rangga membuka pintu kamar mandi dan benar, Rendi berada di kamar mandi itu. Ia terduduk lemas di lantai kamar mandi dengan darah di dahi nya

"Rendi!!"

"Hey! Rendi!? Rendi kau tidak apa-apa?! Sadarlah!"

Rangga menepuk-nepuk pipi Rendi tetapi tidak ada jawaban dari nya

"Aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang! Bertahanlah"

Dengan cepat Rangga membawa Rendi menuju mobil nya sampai lupa untuk menutup kembali pintu rumah Rendi

"Rendi bertahanlah.."

*****

"Rendi.. Rendi sadarlah.."

Rangga menggenggam tangan Rendi yang tertidur pulas di kasur rumah sakit tetapi itu tidak menyadarkan nya Rendi sedikitpun

"Tuan, bisa berbicara sebentar di luar ruangan?" Ucap seorang dokter pilihan Rangga

"Baiklah.. tunggu sebentar Rendi aku akan berbicara sebentar dengan dokternya"

Rangga dan dokter itu pun segera keluar ruangan dan berbicara berdua pasal Rendi

"Ada apa dok? Rendi tidak apa-apa kan?"

"Rendi tidak apa-apa tuan, tapi seperti yang saya bilang kemarin, tuan Rendi harus selalu anda pastikan tidak apa-apa, karna kondisi nya masih sangat lemah, mungkin benturan di dahi nya itu karna ia terpeleset sesuatu atau karna lemas yang dia alami tuan"

"Baik, maaf dok hari itu saya tidak memerhatikan Rendi dengan baik"

"Tidak apa-apa tuan Rangga, untuk sekarang tuan Rendi tidak apa-apa, ia membutuhkan waktu untuk kembali sadar"

"Baik, terimakasih banyak atas informasinya dok"

"Terimakasih kembali tuan Rangga"

Akhirnya dokter itu meninggalkan Rangga karna masih ada pasien yang harus ia tangani, begitu pula dengan Rangga. Ia kembali ke kamar Rendi untuk memastikan apa Rendi sudah sadar atau belum

"Rendi, aku kembali"

"Huh, kau masih belum membuka mata.."

Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang