"He-hey Rangga.. apa ini tidak terlalu mewah kah..?"
Rangga memerhatikan intens lekukan baju yang dikenakan oleh Rendi dari bawah hingga atas
Semua sempurna
"Nope, semua sudah sempurna ditubuhmu. Rapihkan semua, saya ingin baju ini"
"Baik tuan"
"Hey! Sudah ku bilang ini terlalu-"
"Sstt.. ini bukan kemauan mu, tapi kemauan ku paham?"
Rendi hanya menatap kesal pada Rangga, biar pun begitu ia tidak bisa mengelak perkataan Rangga. Apalagi prihal pernikahan mereka
***
Ting
"Akh! Bunda sudah pulang!!"
Milo langsung berlari dan memeluk kaki Rendi
"Hey sayang"
"Bunda dan ayah kenapa lama sekali humm?"
"Tidak ada sayang, kita berdua tadi sedang mencari pakaian untuk kalian berdua kenakan nanti di pesta"
"Wah.. ayah serius?"
Rangga mengangguk dan memberikan tas yang berisi pakaian untuk Milo dan Boba kenakan
"Wah.. sepertinya bagus, Boba kita ke kamar yuk. Kita coba pakai pakaiannya"
"Eum"
"Ayah, kita berdua ke kamar dulu ya"
"Baiklah sayang"
Akhirnya mereka berdua pergi menuju kamar untuk mencoba pakaian yang diberikan oleh kedua orangtuanya
"Hey sayang--"
"Ah~ aku lelah..."
Baru beberapa detik Rendi sudah berada di atas sofa dengan tidur tengkurap
Rangga yang melihat kelakuan lucu Rendi menghampirinya, ia duduk di lengan sofa dengan mengusap-usap rambut kekasihnya
"Siapa yang lelah hm?"
"Huh.. tentu saja aku, aku tidak suka mencoba baju di toko seperti itu. Itu membuat ku lelah.."
"Humm.. bagaimana kalau aku membantumu sayang?"
"Hmm? Membantu- ekh!? Apa ini- hahahaha geli!"
Tiba-tiba saja Rangga memegang pundak Rendi dan mengurut nya pelan-pelan
"Tenang sayang, aku ahli dalam hal memijit" bangganya
"I-iya ahli tapi-hahahaha geli..!"
Rangga sebenarnya merasa senang Rendi tertawa, tapi ia juga ingin menolong kekasihnya agar tidak lelah lagi
Untuk itu ia pindah pijatan nya ke kepala Rendi
"Bagaimana dengan ini hum?"
"Ahh~ sangat enak~"
'syukurlah' batinnya
"Aku akan membantumu melepaskan penat sayang"
"Ah.. terimakasih banyak Rangga.. aku sangat menikmatinya.."
Tiba-tiba saja pijatan Rangga terhenti dan menguat Rendi membuka kembali matanya
"Ada apa?"
"Kenapa kau masih memanggilku dengan nama asli?" tanya nya
"Apa?"
"Aku ingin dipanggil sayang, sama seperti aku memanggilmu begitu"
......
Rendi mengangkat aslinya bingung dengan sikap Rangga yang tiba-tiba manja seperti ini
"Hah?"
"Hmph, aku mau dipanggil sayang olehmu"
Dengan melipat kedua tangannya dan membalikan tubuhnya itu membuat Rendi ingin tertawa lepas
"Pfft kau ini, kenapa tiba-tiba seperti ini Rangga?"
"Bukankah sudah jelas? Besok kita sudah memiliki hubungan pasutri dan sudah selayaknya kita menggunakan bahasa pasutri yaitu sayang"
Rendi mengerjapkan matanya beberapa kali, dia pikir benar juga yang dibicarakan Rangga tapi..
Baginya panggilan itu.. sangatlah memalukan untuknya
"Kau ingin dipanggil begitu?" tanya nya
"Tentu" dengan sikap yang masih seperti itu
Akhirnya Rendi mengalah, ia mendekati Rangga dan memalingkan wajahnya menghadap ke Rendi dan menciumnya sekilas
Cup
"Baiklah sayang"
Deg
Rangga menganga sebentar lalu kembali ke alam sadarnya dan langsung memeluk Rendi sehingga menjatuhkannya kembali ke sofa
"Wahh sayang!!"
"U-uwah Rangga - aku terjatuh-- akhh"
Bruukk
KAMU SEDANG MEMBACA
Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]
Humor⚠️VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️ Bagaimana ketika teman masa kecil mu meninggalkan mu begitu saja saat kau masih bersenang-senang dengannya?? Hingga dia datang kembali setelah dewasa dan memaksa nya untuk menjadi kekasih nya bukan sahabat nya lagi? Rendi Ar...
![Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/313569547-64-k311730.jpg)