⚠️ SUMBANGKAN VOTE KALIAN BUAT AKU YA ⚠️
"Milo, kau tunjukkan kamar mu pada Boba ya, kalian duluan saja masuk ke dalam" titah Rangga
"Iya ayah, ayo Boba"
Milo menarik tangan Boba dan keluar dari mobil berlari masuk ke dalam mansion
Sedangkan Rendi yang masih berada di mobil bersama Rangga merasakan hawa yang tidak enak datang ke arah nya
Ia menatap Rangga yang sedang menatap nya sangat jahil(bayangin aja, tangan di dahi terus raut wajah nya yang mau mangsa makanan nya)
"Rangga.. kenapa kau melihat ku seperti itu?"
Tidak menjawab, melainkan memajukan badannya untuk dekat dengan Rendi
"A-ada apa Rangga?"
"Kau tau bukan yang ku mau?"
Rendi meneguk ludah nya perlahan sambil menggigit bibir nya untuk menahan rasa malu
"Aku.. aku ingat.. tapi sebelum itu.. aku ingin.. ummm ke toilet.. iya ke toilet!"
Rendi berbalik ingin membuka pintu tapi Rangga langsung mengunci nya dan tersenyum sangar ke arah nya
Rendi berusaha membuka pintu, namun tak kunjung terbuka karna Rangga menguncinya
"Kau mau kemana sayang? Hmm?"
Rendi sudah keringat dingin, ini baru lagi untuknya karna harus melakukannya lagi dengan Rangga
"Haha.. tidak kemana-mana.. umm Rangga?"
"Hmm?"
Rangga masih tersenyum sambil terus mendekatkan wajahnya pada Rendi
Rendi masih terus mundur dan tertahan oleh kursi penumpang sambil memejamkan matanya
Melihat itu, Rangga langsung menurunkan tuas handle mobil dan Rendi langsung terjatuh tiduran
"Akh"
Dengan cepat Rangga mengukung nya dan memasangkan seatbelt di pinggang Rendi agar tidak kemana-mana
"Ra-rangga-"
"Kita sudah lama tidak melakukannya sayang, aku sudah tidak sabar"
"I-iya aku tau tapi tidak di mobil juga Rangga"
"Biarkan"
Cup
"Mmhh.."
"Nnghh mmhhh ahhnn rannmmhh"
Rangga membuka baju Rendi sampai batas leher dan mulai menciumi leher nya dengan sangat lihai
"Ahh Rangga.. nngghh ge-geli.. mmhh"
"Sayang, badan mu masih bagus saja"
"Jangan.. ahhh jangan berbicara yang aneh-aneh ahh.. nnghh"
Rangga mulai mengigit tulang leher Rendi dan itu membuatnya meringis
"Akhh bodoh jangan digigit-mmpphh"
Rangga menutup umpatan Rendi dengan ciuman nya hingga Rendi tidak bisa berkata kasar padanya
"Kalau kau mengatakan hal kasar lagi, imbasnya di bibirmu itu sayang"
"Hah.. ha.. ba-baiklah.. maaf.."
Rangga tersenyum karna Rendi sudah mulai menuruti perkataannya untuk tidak berkata kasar padanya
"Ah! Rangga! Jangan-nnghh"
"Diam, disini aku yang bekerja untukmu"
Rangga melepaskan resleting Rendi dan mulai meraba-raba luar celana Rendi dan itu semakin tidak enak untuk Rendi
"Rah.. Rangga.."
"Hmm?"
Ia melepaskan tangan Rangga dan mulai membuka celana nya sendiri hingga semua terlepas sempurna
Disisi pemain, ia menatap tidak percaya pada apa yang Rendi lakukan sekarang dengan keadaan tangan membuka kaki nya sendiri dan menatapnya seperti ingin diserang
"Ce-cepat lakukan.. aku tidak suka bermain-main.."
Rangga masih berdiam diri, tetapi tak lama ia menyunggingkan senyumannya yang sangat menyeramkan dan mulai mendekat ke badan Rendi
"This is what you want baby"
Ia bergegas melepaskan celana nya dan mulai mengeluarkan kebanggaan nya yang terlihat cukup menarik untuk dilihat
"Ta-tapi kumohon.. perlahan-"
Jlebb
"Aarkhh"
Ia tidak mendengarkannya, orang gila itu semakin mempercepat gerakannya tanpa memperdulikan pemain kedua dibawahnya yang sedang menahan sakit karna ulahnya
"Ahh ahhnn Rangga.. ahh ahh... pelan.. ahh.. pelan pelan.. mmhh ahh... shit.. i-ini menyakitkan.. ahhh"
Rangga menutup mulut Rendi karna telah mengeluarkan kata kasar padanya
"Mmphh mmphh"
"Sudah kubilang bukan.. ahh.. ahhh.. jangan berkata kasar.."
"Ummphh! Mmhh"
Pemain semakin mengencangkan ritme bermain nya dan semakin menekan bekapan nya di mulut Rendi
"Ummphh!! Mmhh!! Ahmmm!!"
"Ahh.. honey.. i will come ahhh.."
Ia tau Rangga sudah hampir keluar, tetapi setidaknya lepaskan tangannya dari mulut Rendi, ia sudah bernafas karna nya
"Mmphh!!"
"Ahhh.. right.. aku akan melepaskan mu"
"Hahh!! Ahhh ahhh ra-rangga.. ahhh ak-aku.. mmhhh ingin keluar.. ahhh"
"Together "
Cup
"Mmphhh"
Semakin cepat dan cepat dan ia menekan pada titik yang sempurna hingga membuat tubuh Rendi terangkat
"Mmmhhh!!"
"Hahh.. ah.. h-hahh.."
Mereka berdua mengambil nafas dalam-dalam begitu pula dengan Rangga karna mengeluarkan tenaga dalam
Ia merapihkan rambut Rendi yang berantakan karna keringat mereka dan mengecup dahi nya sekilas
Cup
"Finally, I did it fuck you"
Rendi melihat sekilas wajah Rangga dan mulai perlahan-lahan matanya tertutup rapat
"Rendi?"
Ia melihat Rendi masih bernafas namun sangat pelan, tentu saja. Rangga bermain sangat kasar sampai-sampai membuat Rendi kehilangan nafas nya
"Haha i'm sorry, aku kasar padamu sayang"
Cup
"Ayo kita tidur"
Rangga menutupi Rendi dekat jaket besar nya dan membawanya masuk ke dalam mansion tanpa memperdulikan para bodyguard nya yang melihat mereka dari luar mobil tadi
KAMU SEDANG MEMBACA
Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]
Humor⚠️VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️ Bagaimana ketika teman masa kecil mu meninggalkan mu begitu saja saat kau masih bersenang-senang dengannya?? Hingga dia datang kembali setelah dewasa dan memaksa nya untuk menjadi kekasih nya bukan sahabat nya lagi? Rendi Ar...
![Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/313569547-64-k311730.jpg)