[18]

9K 438 4
                                        

️ VOTE SEBELUM MEMBACA ⚠

Ceklek

Mereka berdua sampai di mansion Rangga, tapi saat hendak menaiki lift kepala Rendi sudah sangat pusing dan badan terasa panas sekali

"Rendi? Hey, kau kenapa?"

Ternyata cairan yang disuntikkan tadi adalah cairan perangsang, dan itu mulai bekerja di badan Rendi

"Ah.. ra-rangga.. aku.. akhh sangat pusing.."

Ia terjatuh di pundak di depan

"Woah! Rendi! Kau baik-baik saja?! Hey!"

"Bawa.. akhh.. bawa aku naik ke atas.. sekarang!"

Rangga menurutinya, ia segera membawa Rendi ke kamar nya dan meletakkannya nya dikasur

"Sebentar, aku akan mengambil mu air untuk minum"

Rangga ke dapur sebentar dan balik lagi ke kamar Rendi dan hendak mendudukkan Rendi namun di tahan tangan Rangga oleh Rendi

"Tolong.. kasih aku minum.. lewat mulut mu.."

"Re-rendi.. apa-"

"Sudah cepatlah!"

"Ba-baiklah"

Rangga meminum air itu dan langsung mengambil dagu Rendi untuk ditegukannya air itu di tenggorokan Rendi

Gulp gulp

Ia ingin melepaskan pautan itu tetapi Rendi mendorong kepala Rangga dan memperdalam ciuman mereka

"Mmphh!?"

"Mmhh re-rendi-mmhhh"

Rangga sudah kehabisan nafas, ia segera mendorong Rendi cukup keras hingga terlepas ciuman mereka

"Kau.. kau kenapa Rendi?"

Tak lama Rangga mencium sesuatu dari tubuh Rendi

"I-ini.. kau heat?"

Rendi segera menarik dasi Rangga hingga ia tertidur di atas dada Rendi

"Akh!?"

"Lakukanlah.. honey.."

Degg

"Rendi, apa kau serius-mmhh"

Rendi kembali mendorong kepala Rangga dan melanjutkan ciuman mereka hingga 20 menit lama nya

"Mmhh.. mmphh-pwaahh.. cu-cukup Rendi.. aku tidak bisa bernafas kalau seperti ini terus.."

Rendi segera membuka kancing jas milik Rangga dan menampilkan badan Rangga yang sangat besar itu

"Rendi.."

"Aku ingin melakukannya Rangga.. kumohon.."

"Tapi.. apa kau ingat kata dokter -"

"Kalau begitu.. gunakan lah kond*m bodoh!"

"Tapi Rendi-"

"Lakukan atau aku yang akan melakukannya untukmu!?"

"Fine! Aku tidak ingin kau terluka, aku yang memainkannya"

***

"Nngghh.. rah.. Rangga.. akhh akhhh mmhh..."

"Akh.. akhh.. kau yang memintanya.. akhh"

"Pe-pelan bodoh! Ini menyakitkan!"

Bukannya memperlambat Rangga semakin mempercepat ritme gerakannya

"Akhh! Akhh bo-bodoh akhh semakin ahhhh menyakitkan.. akhhh"

Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang