[2]

39.2K 2.4K 125
                                        

⚠️VOTE SEBELUM MEMBACA ⚠️

"baiklah hari ini cukup sampai disini, sekali lagi saya tegaskan. Saham kantor tidak boleh ada yang berkurang, mengerti?!" Tegas Rangga kepada karyawan nya.

"Siap tuan Rangga" ucap serentak

*****

"Huh akhirnya selesai juga meeting nya"

"Tuan Rangga sangat bijak, dapat mengatur waktu" ucap supir pribadi nya.

"Terimakasih banyak, aku hanya menjalankan tugas ku saja disana"

Sementara sang supir sedang fokus mengendarai mobil tapi kondisi mobil sedang lampu merah jadi terhenti, manik mata Rangga tertuju ke luar jendela mobil dan ia melihat Rendi sedang berada di toko swalayan dengan membawa keranjang belanjaan.

"Tolong tunggu sebentar, saya ingin mampir ke toko swalayan" ucap Rangga kepada supir nya.

"Baik tuan Rangga" akhirnya Rangga menuruni mobil nya dan menghampiri Rendi

Rangga akhirnya menyusul Rendi dan masuk ke toko swalayan itu, sayangnya swalayan itu sangat luas sekali, dan tidak ada orang yang memakai jas mewah selain dia saja.

"Sial, kemana perginya Rendi?" Rangga melihat ke kanan ke kiri namun tidak ada tanda-tanda dari Rendi, sampai suara ricuh mengundang perhatian nya.

"Kau buta hah?! Kalau jalan itu memakai mata jangan menunduk terus!! Lihat ini barang saya jadi pecah semua nya!!" Bentak pria yang lebih besar dari Rendi itu membuat Rangga menghampiri kedua nya.

"Ma-maaf pak saya tidak sengaja.."

"Kamu harus mengganti semua ini 2jt!!" Ucap pria itu

"2jt pak? Kaca seperti ini tidak mungkin 2jt pak-"

"Kamu sudah tau salah masih ngotot" pria itu hendak melayangkan pukulan nya tapi tertahan oleh Rangga

"Jika kau menggunakan kekerasan kepadanya, tangan mu hancur" ucap Rangga

"Hah? Siapa kau ini?! Datang-datang mencari masalah juga hah!?" Pria itu menghempaskan tangan Rangga dan hendak memukul nya tapi telat, Rangga sudah menendang nya duluan hingga terpental.

"Jangan menggunakan kekerasaan di umum, 2jt bukan?" Rangga mengeluarkan uang 3 gepok dan melemparkannya kepada pria itu.

"Take it back" lalu Rangga menarik Rendi keluar dari toko swalayan, ia memberikan uang 3jt kepada pria itu untuk melindungi Rendi

"Ma-maafkan aku, karna aku kau terlibat dalam masalah ini.."

"It's okay Rendi, apa dia melakukan kekerasan padamu?" Tanya Rangga, karna tadi ia melihat Rendi dikasari oleh pria itu.

"Kurasa tidak apa, huh bagaimana aku membalas kebaikan mu tuan"

"Aku mempunyai nama, dan tolong panggil Rangga saja. Jangan memakai kata-kata formal kepadaku"

"Ekh? Tapi-"

"Sstt, shut up. Untuk apa kau ke toko swalayan?" Tanya Rangga

Sudah tentu bukan, orang kalau ke toko swalayan itu membeli kebutuhan pokok, kenapa Rangga bertanya?

"Ah itu, aku hanya ingin membeli keperluan ku sehari-hari saja"

"Baiklah, mari aku antar kau pulang"

"Ekh tapi-"

"Sudah ikut saja" akhirnya Rangga menuntun Rendi ke mobil nya dan mengantarkan nya pulang

Saat perjalanan pulang, Rangga sempat memainkan ponsel nya dan mengetikan sesuatu kepada bodyguard nya.

Tuan Rangga

Tolong belikan sembako, apapun itu untuk keperluan sehari-hari manusia

Bodyguard 1

Baik tuan Rangga

*****

Akhirnya mereka tiba di rumah Rendi, seperti biasa. Rangga hanya menurunkan Rendi di depan gang, karna mobil nya tidak dapat masuk ke dalam gang sempit itu.

"Beristirahatlah, kebutuhan mu sudah ku penuhi, kau tinggal menunggu paket nya datang saja ya" ucap Rangga

"A-apa?"

"Sampai jumpa, jalan pak"

"Baik tuan Rangga" dan akhirnya mobil itu meninggalkan Rendi di depan gang

"Pa-paket? Paket apa yg dia maksud?"

Akhirnya Rendi tidak memikirkannya ia langsung jalan untuk pulang ke rumah nya untuk istirahat. Baru hendak duduk di sofa, suara pintu terdengar dari luar

Tok tok tok

"Huh sepertinya paket nya sudah datang, tunggu sebentar!"

Rendi beranjak dari sofa dan membukakan pintu, Rendi berhadapan dengan pria berjas hitam membawa kotak besar yang sangat berat.

"Tuan Rendi?" Tanya bodyguard itu

"A- ah iya iya, saya Rendi"

"Maaf saya terlambat mengasih nya, ini ada kebutuhan sehari-hari untuk tuan Rendi"

"Kebutuhan sehari-hari?"

"Kalau begitu saya permisi" bodyguard itu langsung kasih kotak besar itu kepada Rendi dan beranjak pergi dari tempatnya

"Astaga! Ini sangat berat!" Perlahan tapi pasti Rendi mendorong kotak itu masuk ke dalam rumah nya, dan saat ia buka betapa terkejutnya karna bahan-bahan makanan sudah ada di depan nya.

"Wah banyak sekali, apa tuan itu yang mengirimkan nya kepada ku?" Tapi manik mata Rendi melihat sebuah surat di tumpukan makanan itu

"Hmm? Surat apa ini?" Akhirnya Rendi membuka nya dan membaca surat itu dengan teliti.


Bagaimana? Kau menyukainya? Aku tidak mau kau pergi ke toko yang seperti tadi, maka dari itu aku mengirimkan nya padamu, digunakan dengan baik ya.

-Rangga Ahza

"Ah, ternyata ini dari dia. Ngomong-ngomong.. siapa dia sebenarnya? Kenapa dia sangat baik kepadaku? Tanya Rendi dalam hati nya.

"Bagaimana pun juga, kalau bertemu dengan nya nanti aku akan mengucapkan terimakasih banyak kepadanya!"

Di sisi lain, Rangga mendapati pesan dari bodyguard nya itu

Bodyguard 1

Tuan, saya sudah mengantarkannya dengan aman

Tuan Rangga

Bagus, kau boleh pulang

Bodyguard 1

Baik tuan

"Huh akhirnya, aku senang kau menerima pengiriman ku. Dengan itu kau harus membayarnya dengan cara yang beda Rendi, tidak ada yang gratis di dunia ini"

Senyum Rangga pun terukir, bukan senyum tulus. Melainkan senyum jahat yang muncul. Rangga tau dengan ia berbuat baik kepada Rendi, pasti Rendi akan membalasnya.

"Aku akan menunggu sedikit demi sedikit my little boy"


Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang