Tok tok
"Rendi? Hey kau lama sekali didalam kamar? Ada apa?"
Tidak ada jawaban, ia takut Rendi berbuat sesuatu yang membahayakan dirinya didalam kamar
"Sayang aku masuk ya?"
Kreek
Rangga melihat dari ambang pintu, nampak Rendi tengah menangis dikasur sembari memeluk kaki nya
Rangga mendekat, ia duduk di pinggiran kasur bersama Rendi
"Hey you are okay?"
Tidak ada suara melainkan idaman tangis yang terdengar dari Rendi. Rangga berusaha membelainya sampai Rendi berbicara sesuatu
"Kenapa?"
"Kenapa apa sayang? Hmm?"
"Kenapa aku merusak semuanya? Aku merusak keluargamu, kisah cintamu, dan kehidupan mu. I.. i ruined everything.. hiks.."
Rangga menarik Rendi dalam dekapannya dan mengelus pundaknya guna untuk menenangkan kekasihnya itu
"No sweet, tidak semuanya kau rusak. Sebaliknya, itu memperbaiki semua dalam hidupku"
"Apa maksudmu?"
Rangga menyamakan duduknya dan berhadapan dengan Rendi untuk memegang tangannya
"Semenjak aku pindah dan pergi darimu, hidup ku tak sebahagia ini sayang. Aku tidak pernah keluar rumah atau bermain dengan teman-teman diluar rumahku, dan.. aku tidak lagi merasakan kehangatan persahabatan lagi kecuali bersamamu..
aku beruntung sekali bertemu denganmu saat aku ditindas waktu itu. Kupikir dulu.. kau pahlawanku, kau datang saat aku memerlukan bantuan seseorang dan itu kau. Kau memang merubah segalanya, merubahnya menjadi lebih baik lagi"
Kata-kata itu.. walau itu terlihat sederhana, namun itu membuat hati Rendi terhanyut dalam kesedihan
"H-hic.. hiks.."
"Sshh sshh.. hey jangan nangis"
"Maaf.. hiks.. ma-maaf aku merubah hidupmu.."
"Sebaliknya, aku berterimakasih padamu sayang"
Ia merangkul Rendi dan mengelus pelan pundaknya
"Bagaimana kalau kita pindah?"
"A-apa?"
"Yap pindah, ke suatu tempat yang tidak menggangu kehidupan kita"
"Tapi.. tapi kenapa?"
"Aku ingin hidup bersama keluargaku sendiri tanpa gangguan sayang, aku mau hidup denganmu dan kedua anak kita"
"Apa.. itu tidak menggangu pekerjaanmu nanti?"
"Tidak perlu khawatir, aku akan selalu membawa perlengkapan pekerjaan ku. Oh dan ya Milo dan Boba akan bersekolah disana, di California"
"Apa?! Tapi kenapa-"
"Karna kita akan tinggal disana, aku sudah membeli sebuah rumah berlantai 2. Dan urusan sekolah dan lain-lain sudah ku tangani, dan kita akan berangkat besok"
"B-besok?"
"Tentu, dan sebaiknya kau jangan beritahu Milo dan Boba. Karna aku ingin memberikannya kejutan spesial. Dan untukmu, aku juga sudah menyiapkan sebuah hadiah"
"Hmm apa itu?"
"Kalau dibicarakan sekarang itu bukan kejutan sayang"
"Oh iya aku mengerti"
"Untuk sekarang, lupakan masalah yang terjadi hari ini dan mungkin besok akan menjadi hari yang terbaik dalam hidupmu Rendi"
Ia mencium sekilas Rendi dan menempelkan wajah antara keduanya
"Aku akan selalu berada di sisimu"
"Kuharap begitu"
Ia beralih memegang kedua tangan Rendi dan menggenggamnya
" I love you, Rendi"
"Haha, i love you too Rangga"
END
Just kidding!🤯
Memang ini belum mencapai akhir, tapi chap ini spoiler untuk mendekati akhir cerita ini
Hayo pada mikir apa hadiah Rangga untuk Rendi?
Siapa yang vote cincin!?
Siapa yang vote pernikahan!?
Siapa yang vote sad end!?
Siapa yang vote happy end!?
Tulis vote kalian dikolom komentar ya, dan vote yang paling banyak itu ialah akhir dari kisah ini
Ya ku juga tidak tau, mungkin saja vote kalian ini berguna nanti ya?
Okeh, maaf bila ada salah kata atau cerita nya terlalu pendek, tapi ya mendekati akhir itu memang selalu tidak bisa ditebak
So vote sebanyak-banyaknya karna 1 chapter lagi, ini sudah tamat
See you~
KAMU SEDANG MEMBACA
Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]
Humor⚠️VOTE SEBELUM MEMBACA⚠️ Bagaimana ketika teman masa kecil mu meninggalkan mu begitu saja saat kau masih bersenang-senang dengannya?? Hingga dia datang kembali setelah dewasa dan memaksa nya untuk menjadi kekasih nya bukan sahabat nya lagi? Rendi Ar...
![Rangga, My Obsession Alpha [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/313569547-64-k311730.jpg)