sebelum membaca bagian ini alangkah baiknya jika kalian vote terlebih dahulu sekaligus comment kalaupun setelah membaca juga gapapa, yang penting jangan sampai jadi siders👽
——————————————————
"Marcel bangunin kakakmu, habis itu suruh turun makan malam," perintah Elenka dari arah dapur.
"Iya Mom," tanpa beranjak dari duduknya karena masih fokus bermain game.
Elenka yang merasa tidak ada pergerakan dari Marcel lantas menghampiri dengan sutil digenggamanya.
"Game terosss. Mommy banting hp kamu baru tau," omel Elenka.
"Beli lagi lah kayak orang susah aja," ujar Marcel santai.
Elenka mendelik, tak lama kemudian ia tersenyum menyeramkan, sang suami yang sedari tadi melihat perdebatan itu bergidik ngeri saat melihat senyuman istrinya.
"Oke kalo gitu uang jajan kamu Mommy potong 2 bulan," ujarnya enteng.
Mendengar itu Marcel melotot, "Apaan nggak-nggak! Iya-iya nih mau bangunin Kak Arsya, dan nggak ada ya Mom uang jajan dipotong segala." Setelah mengatakan itu ia bangkit dari duduknya dan berjalan menghentakkan kakinya dengan bibir yang mengerucut.
"Kayak bebek kamu kalo gitu," ejek Elenka, tapi tak dipedulikan oleh Marcel.
"Lah ngambek? Bodoamat," gumamnya lalu kembali kedapur.
—
Ceklek
Pintu kamar Arsya terbuka, menampilkan Marcel yang berdiri di ambang pintu, melihat kakaknya yang masih tertidur ia tersenyum kecil lalu menghampirinya.
"Kak bangun dulu yuk," ujar Marcel dengan menepuk-nepuk bahu Arsya.
Arsya yang merasa terganggu mencoba membuka matanya. Saat terbuka dengan sempurna dan melihat siapa yang telah membangunkannya, ternyata Marcel.
"Mandi dulu gih biar seger, habis itu turun kebawah makan malam," kata Marcel.
Arsya yang mendengar kata 'malam' langsung melihat kearah jam dinding, ternyata sudah pukul 18.20 selama itukah dirinya tertidur.
"Hmm iya."
"Yaudah aku turun dulu kebawah," yang diangguki oleh Arsya.
Setelah kepergian Marcel, ia beranjak dari kasur untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
Tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi, berjalan menuju walk in closet. Selesai dengan pakaiannya ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Dirasa sudah rapi ia langsung bergegas turun kebawah untuk makan malam.
"Mommy, Daddy," pekik Arsya yang berlari menuruni tangga.
"JANGAN LARI!!" teriak semua orang yang melihat ia berlari saat menuruni tangga, tetapi tak diindahkan oleh Arsya.
Grepp
"I miss you Mom, Dad," ujarnya sambil memeluk kedua orangtuanya.
"We miss you too, dear," jawabnya sembari membalas pelukan putri satu-satunya itu.
Karena teringat sesuatu membuat Mommy Arsya melerai pelukannya, wanita paruh baya itu berkacak pinggang menatap putrinya yang masih berada di pelukan suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALSHEIRAZ
Teen FictionAl tidak pernah menyangka hidupnya yang tenang dan penuh kegelapan akan berubah sejak pertemuannya dengan seorang gadis misterius. Dengan segala tingkah lakunya, dia selalu menarik perhatiannya ke mana pun ia melangkah. Sebuah insiden kecil membuat...
