ALSHEIRAZ 14

1.2K 21 0
                                        

Arsya menatap lurus ke layar monitor di hadapannya. Kedua alisnya terangkat dengan pandangan yang tak pernah lepas dari layar monitor, "Ada yang mau coba-coba ternyata."

Jemarinya menari-nari di atas keyboard dengan lincah. Setelah beberapa menit, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.

Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, jari-jarinya yang lentik mengetuk meja menghasilkan suara yang berhasil mengisi keheningan ruangan, "Gue tau siapa kalian sebenarnya."

"And no one will ever be able to, even if you're a great person!"

Setelahnya ia mematikan komputer dan pergi ke kamarnya.

Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Al yang bertelanjang dada dengan tubuh dan rambut yang masih basah dengan tangan kekarnya yang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.

Merasa rambutnya sudah tidak terlalu basah, ia mengembalikan handuk ke tempat semula lalu berjalan ke arah nakas samping tempat tidur untuk mengambil minuman kaleng dan rokok, setelah itu ia melangkah ke balkon kamarnya.

Kalian tau bukan untuk apa dia ke balkon setiap malam.

Al mengambil sebatang rokok lalu menyelipkan di bibirnya dan membakar ujungnya dengan pemantik.

Ia mendongakkan kepalanya, matanya yang tajam bergerak kesana kemari untuk melihat cahaya bintang yang bertaburan dengan diiringi hembusan asap rokok yang keluar dari hidung dan mulutnya.

Ketika ia sedang memandangi bintang dan bulan tiba-tiba bayangan wajah seseorang hinggap di kepalanya, ia berusaha menepisnya namun masih tetap saja. Al berdecak pelan lalu berjalan menuju kursi yang ada di balkon dan mendudukkan dirinya di sana dan meminum minuman kaleng yang dibawahnya tadi.

Al memejamkan matanya namun tak lama kemudian ia membukanya kembali dan bangkit dari tempat duduknya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, bukan untuk tidur melainkan untuk mengambil handphonenya, setelah mengambilnya ia kembali ke balkon.

Jarinya bergerak untuk membuka aplikasi instagram kemudian ia mengetikkan username seseorang di kolom pencarian setelah menemukan apa yang ia cari lantas ia melihatnya.

Entah sadar atau tidak, tiba-tiba saja seulas senyum tipis terbit di bibirnya.

'Ella es tan hermosa'

Ting

Pintu lift terbuka dan keluarlah Al yang sudah mengenakan seragam yang tidak lengkap dengan tas ransel yang disampirkan di bahu kirinya dan rambut acak-acakan.

Ia melangkah ke meja makan di mana Papa-nya sudah ada di sana menikmati secangkir kopi yang dibuat oleh istri tercintanya.

Mendengar suara kursi ditarik, Mario melirik sekilas.

"Apa kemarin semuanya baik-baik saja Al?" tanya Mario setelah menyesap kopinya.

"Ya."

"Lalu TB yang ke markas?"

"Papa pasti sudah tau itu."

Mario berdecak kesal, anaknya ini tidak bisa apa diajak berbasa basi terlebih dahulu.

"Nggak usah kayak gitu, itu juga karena nurun dari kamu," kata Maya, yang sudah mendudukkan dirinya di kursi meja makan.

"Tapi ya gak segitunya juga."

ALSHEIRAZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang