ALSHEIRAZ 12

1.2K 27 10
                                        

sebelum atau sesudah membaca jangan lupa untuk vote ya

——————————————————

"Gimana keadaannya?" tanya Geo pada Savarino. Ia dan Kalezon saat ini sedang berada di rumah sakit tempat Dave dirawat.

"Masih sama," jawab Savarino dengan raut yang terlihat lesu.

"Dokter yang periksa Dave bilang kalau tusukannya juga cukup dalam."

"Kasihan juga gue liat sampo dove nggak berdaya kayak gitu," ujarnya sambil menatap wajah Dave yang pucat.

Tapi dengan tidak berdosanya Savarino malah menampar pipi Dave.

PLAK

"Udah lama banget gue pingin nampar muka tengil lo njing," ucapnya.

"Ck, orang biasanya juga lo tampar," sahut Kalezon.

Savarino menyengir, "Siapa tau setelah gue tampar tiba-tiba langsung sadar." Kalezon hanya menatap Savarino datar tanpa berniat untuk membalas perkataannya.

"Yang jaga sebelumnya udah pada makan?" tanya Geo.

"Udah, tadi pas gue kesini bawain mereka makanan," jawab Savarino.

"Lo beliin?" tanya Kalezon, yang dijawab dengan anggukan oleh Savarino.

"Tumben?" tanya Kalezon heran.

"Tumben kenapa?"

"Ya tumben lo mau beliin orang."

Savarino mengembangkan senyumannya, "Sebenarnya gue itu suka beliin orang makanan, barang-barang, tapi ya gitulah gue beliinnya suka diam-diam aja sih."

Geo mengangkat sebelah alisnya, "Beliin gue George Washington's Saddle Pistols," sahutnya dengan enteng dan berjalan ke kursi yang tersedia di ruangan itu.

Mata Savarino melotot, apa-apaan sahabatnya ini. Ia dimintai untuk membelikan barang itu? Lalu ia harus mendapatkannya dimana? Bahkan barang yang diinginkan oleh Geo saja sangat langkah. Apalagi harganya bisa buat jajan dirinya sendiri selama 2 bulan. Ia memang kaya tapi yaa... ah sudahlah.

"Kenapa cuma melotot? Gak mampu?"

"Bukan gak mampu, tapi gue harus dapetin tuh barang dimana?" Kata Savarino yang masih saja melotot.

"Kalau gue kasih tau, lo mau beliin?"

"Ya nggak juga sih," jawabnya cengengesan, "Uang segitu aja bisa buat uang jajan gue selama 2 bulan."

"Bodoh! Lagian Geo udah punya," sahut Kalezon.

Savarino menggaruk tekuknya, lagi-lagi matanya melotot, "Lah iya kok gue baru ingat. Lo tadi juga ngapain minta itu kalau udah punya," ujarnya sedikit keras.

"Mastiin," jawab Geo.

"Mastiin apa?" tanya Savarino.

"Lemot!"

"Apasih Kal nyahut aja lo dari tadi," ketus Savarino.

Kalezon menggedikan bahunya, "Nggak balik?" tanyanya pada Geo.

Geo melirik jam tangannya dan bangkit dari tempat duduknya, "Hm." Setelah itu, ia keluar dari ruangan Dave dengan Kalezon yang mengikuti dari belakangnya.

Savarino dibuat menganga karena kedua sahabatnya yang pergi begitu saja.

"Anjing."

"Nggak pamit dulu gitu? Atau nggak ya cipika cipiki."

ALSHEIRAZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang