ALSHEIRAZ 17

309 11 6
                                        

Archive terakhir
Kalau rame, bakal aku lanjut deh ceritanya. Wkwk

——————————————————

Bel pulang sekolah sudah berbunyi satu menit yang lalu, para murid berbondong-bondong keluar dari kelas masing-masing untuk menuju ke parkiran guna mengambil kendaraanya, sama halnya dengan kelima gadis cantik siapa lagi jika bukan Arsya dan sahabatnya.

"Kalian habis ini langsung pulang?" tanya Grisel.

"Iyalah mau kemana lagi?" jawab Vio tidak santai.

"Siapa tau aja mau main dulu, ke mall, cafe, atau kemana gitu, udah lama juga kan kita nggak main keluar."

"Iya juga."

Dinar menjentikkan jarinya, "Gimana kalau sabtu besok kita hangout sekalian nginap di mansion siapa gitu, kan sekarang kita berlima dan juga kita belum pernah main bareng Arsya juga kan."

"Boleh juga tuh," timpal Grisel. "Gimana Sya? Lo mau kan?"

"Boleh."

Jawaban Arsya membuat Dinar, Grisel, dan Vio bersorak senang, sedangkan Floren? Hah, seperti biasa ia hanya memasang raut datarnya saja.

Disepanjang koridor sampai parkiran mereka asik mengobrol dan bercanda tawa. Karena tidak terlalu memperhatikan depan tanpa sengaja Arsya menabrak punggung seseorang.

DUG

Orang-orang yang melihat itu dibuat meringis. Sedangkan orang yang ditabrak oleh Arsya menggeram, lalu ia membalikkan tubuhnya dengan diikuti para sahabatnya.

Mata tajamnya menatap orang yang telah menabraknya barusan.

"Anjing, kenapa yang nabrak si bos harus si cantik sih," bisik Steve kepada Bernad.

"Udah lo diem aja bego," ujar Bernad.

Arsya mendongakkan kepalanya, hingga membuat netranya bertemu dengan mata tajam bernetra abu-abu. Keduanya terus menyelami sampai dehaman dari Bernad membuat keduanya memutuskan kontak mata.

Bernad menggaruk tengkuknya, karena beberapa pasang mata menatapnya sinis. "Kenapa?"

"Ganggu banget lo njing," ketus Steve.

"Hehe, ya sorry. Habisnya tenggorokan gue kerasa serak." Steve memutar bola matanya malas.

"Ehem, sorry gue tadi nggak terlalu merhatiin jalan," kata Arsya sambil membuang muka.

"Kalau bicara, lihat orangnya," ujar Al.

"Nggak mau!"

"Kenapa?"

Dengan polosnya Arsya menjawab, "Katanya nggak boleh kontak mata sama lo kalau nggak mau matanya hilang."

"Kata siapa?"

"Grisel sama Vio." Membuat sang pemilik nama meringis, rasanya mereka berdua ingin kabur dari hadapan Al dan sahabatnya.

'Anjing, babi, Arsya kamprettt' jeritnya dalam hati

"So, are you afraid that I'll take your beautiful eyes?"

"Ya kan gue belum nikah, belum tahu wujud jodoh gue kayak gimana," jawab Arsya dengan mata mendelik.

Mendengar itu Al menaikan sudut bibirnya.

'Aishh sialan'

Arsya memejamkan matanya sejenak, kemudian ia menatap Al yang ternyata juga sedang menatapnya.

"Sorry."

"Buat apa?"

"Yang tadi."

"Tadi yang mana?" Sungguh Al telah membuat Arsya kesal setengah mati, ditambah perutnya yang sudah meronta-ronta meminta diberi makanan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALSHEIRAZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang