"Nanti, Mama akan menyusulmu."
Itu adalah sebuah janji. Bahkan jika bukan sekali pun, Ryujin akan tetap menganggapnya sebagai satu kesanggupan yang wajib dipenuhi-dan sepertinya bakal ditepati; kalau melihat bagaimana kalimat itu dilontarkan ibunya bersama kesungguhan yang mengakar kuat dalam sorot mata.
Maka, kepalanya yang barusan disemati jepitan mungil warna-warni di kedua sisi, mengangguki. Paham dan patuh. Lantaran disangkanya, perkataan Chaeyoung itu sama seperti tatkala Taehyung mengucapkannya tempo hari, demi meredakan isakan berat yang praktis dijadikannya respon ketika mendengar kemungkinan rencana liburan mereka mesti dibatalkan, gara-gara telepon mendadak yang memerintahkan si ayah bertemu dengan klien penting perusahaannya.
Dikatakannya, "Ryu pergi saja duluan dengan Mama. Setelah selesai nanti, Papa akan langsung menyusulmu. Oke?" sebagai jalan terakhir, pada Ryujin yang masih tersedu-sedu di dekapannya.
Sebelumnya, bocah kolokan itu menggelendot erat seperti koala di kaki kiri sang Papa dan menolak lepas. Yang jadi ibunya malah berdiri beberapa meter di belakang sembari cekikikan.
Si anak cemberut seraya membersit hidungnya yang memerah, begitu sedan hitam metalik yang dikemudikan Taehyung menjauh dari jangkauan indranya yang terpaku di pekarangan rumah.
Dia bahkan menolak saran Chaeyoung untuk masuk duluan, sebelum sosok papanya yang tersayang muncul di antara sekian banyak pengunjung taman hiburan yang lalu-lalang. Memilih berjongkok di pelataran gerbang sambil bermain gelembung sabun dan menjejalkan makanan ke dalam mulutnya yang digembungkan.
Butuh hotdog, permen kapas bertelinga panjang yang menggemaskan, dan sebotol susu almon; melalui rongkong dan bersarang nyaman di sudut lambungnya, sampai batang hidung Papa yang mirip perosotan TK nongol dan menyapa miliknya menggunakan satu gesekan ringan, sebagaimana gestur yang biasa mereka lakukan. Badan gembulnya gegas di angkat dalam gendongan.
Padahal Ryujin sempat putus asa dan berpikir bahwa acara rekreasi mereka diurungkan. Akibatnya, dia tidak sudi turun dari punggung papanya.
Saat mengadu, Taehyung hanya tertawa. Berucap, "Jika sudah bilang seperti itu, berarti Papa sudah berjanji. Karena itu, harus ditepati."
Sebab itu pula, Ryujin percaya saja sewaktu Chaeyoung mengutarakannya ketika mereka berniat pindah dari rumah lama. Terlebih Taehyung juga berujar kalau kurang dari seminggu, ibunya yang masa itu sekadar mengikuti lewat tatapan sendu, pasti akan datang kemudian, lalu ketiganya (mungkin suatu hari nanti ditambah satu atau dua anggota baru yang menjadi adiknya) bakal hidup bahagia bersama-sama dan selama-lamanya di rumah baru, di Daegu.
Persis seperti kalimat penutup dalam dongeng putri dan pangeran yang sering dibacakan untuknya sebelum tidur.
Jadi, Ryujin menunggu. Dan menanti. Lalu menunggu. Kemudian menanti. Menunggu dan menantikan. Lagi. Terus-menerus hingga menjadi siklus.
Terkadang sambil duduk di beranda, terkadang sambil bermain di halaman, terkadang sambil makan, terkadang juga sambil tidur-tiduran yang berujung kebablasan.
Adakalanya ditemani anak tetangga sebelah, atau pengasuh harian yang disewa Taehyung saat pergi bekerja, bisa pula bersama Papa yang belajar mengepang rambutnya di pangkuan.
Dari pagi, ke siang, hingga petang. Namun Chaeyoung tak kunjung datang.
Padahal, setahunya, seminggu cuma terdiri dari tujuh hari. Dan tujuh hari semestinya tidak terlalui selama ini sampai dia dapat meniup lilin angka 9, 10, 11, 12, dan 13 di atas kue ulang tahunnya yang hanya diperoleh setahun sekali.
Akhirnya, Ryujin lelah menanti.
Chaeyoung dan Taehyung berbeda. Mereka tidak sama. Dulu, dia hanya perlu pergi membeli sosis, susu almon, dan arumanis sampai papanya muncul; kini, sudah berapa banyak makanan dan minuman yang keluar-masuk badannya selama menunggu Chaeyoung?

KAMU SEDANG MEMBACA
keranjang sampah: dibuang s-ayank
Fanfictionisinya sekumpulan part satu cerita lama aqoe yang ternyata lumayan lucu dan menghibur muehehehe CATATAN: HANYA 1-2 PART DAN SEMUA CERITA DISCONTINUE!!!