-Orang egois tidak akan sadar bahwa dirinya egois-
>>>>>>>>>>>>*<<<<<<<<<<<<
Suasana pagi hari di kediaman Panduwinata mendadak ramai saat Daniel menghampiri Bilal di kamarnya. Dengan ketukan yang tidak santai ia mengetuk pintu kamar Bilal. Kamar di sebelahnya sekaligus kamar paling ujung yang ada di lantai itu.
"Lo nyuri sendal gue?" tuduhnya langsung ketika sosok Bilal muncul dari balik pintu kamar.
"Apaan sih! Nggak jelas banget." Bilal ngegas. Tidurnya terganggu karena ketukan keras yang Daniel timbulkan.
"Lo kalo mau sendal baru bilang aja ke Ayah. Nggak perlu jadi maling lagi."
"Lo kali yang maling, nih hp gue kenapa ada di kamar lo? pasti laptop gue juga ada di kamar lo, kan?" sambar Elang. Ia datang sambil mengacungkan smartphonenya.
"Lo masuk kamar gue? it's an invasion of privacy!" Balas Daniel menahan emosi.
Bilal tak mau ambil pusing dengan hal yang akan terjadi selanjutnya. Tuduhan tak berbukti dari Daniel akan ia anggap tidak bermakna. Yang ia inginkan saat ini hanya kembali tidur. Tapi belum sepenuhnya ia membalikkan badan ke pintu kamar, matanya menangkap suatu benda yang bertengger di tangan Elang. "Loh, itu 'kan jam tangan gue! ngapain lo pake!"
"Ini 'kan baju gue! ngapain lo pake?" Elang justru membalikkan pertanyaan.
"Lo make parfum gue? Balikin. Pantesan gue cariin nggak ada." Daniel mengendus aroma tubuh Elang.
Elang mundur satu langkah saat kedua adiknya semakin mendekat "Apaan si? nggak jelas lo berdua!"
"Balikin jam tangan gue!" palak Bilal.
"Yang ada juga lo yang balikin baju gue! lepas sekarang juga!"
"Balikin parfum gue." Pinta Daniel memaksa.
"Balikin dulu laptop gue!"
"Gue gak pernah yah nyentuh barang lo, pasti banyak kumannya." Bantah Daniel.
"Jam tangan gue!" Bilal ngotot pada Elang.
"Berisik lo. Balikin dulu aja baju gue."
"Parfum gue gimana?"
"Eh lo bisa diem dulu nggak sih? Ini urusan gue sama dia." Sungut Bilal pada Daniel.
"Lo juga ada urusan yah sama gue. Sendal gue balikin."
"Ada bukti lo?"
"itu yang lo pake sendal gue."
"Ya mana gue tahu kalo ini sendal lo?"
"Maling always be maling."
"Eh lo nggak usah nuduh orang maling kalo lo sendiri aja malingin laptop gue," komentar Elang.
"Why did I steal your laptop?? Gue punya laptop sendiri," sanggah Daniel memberi pembelaan diri.
"Yaudah tinggal balikin aja ribet banget."
"Parfum gue dulu."
Bilal kembali menimpal "Eh lo jangan lupa yah sama jam tangan gue!"
"Hey! you have to return my sandals first." Daniel berucap tegas pada Bilal.
"Laptop gue manaaaaa." Teriak Elang frustasi.
"My Parfume."
"Heh lepas nggak tuh jam!" Bilal lagi dan lagi meminta jamnya pada Elang.

KAMU SEDANG MEMBACA
ADIWIRA
General FictionTiga laki-laki dengan latar belakang yang berbeda, bisa dikatakan asing satu sama lain. Ditakdirkan untuk bertemu dan hidup bersama karena keterikatan satu sama lain. Elang si pemalas yang dewasa, Daniel si manusia dingin yang berambisi, Dan Bilal s...