Aurelia Aurora Tanisha seorang gadis kalem tapi pecicilan, alim? Gak ada unsur alim ya, bar bar, dan labil soal percintaan. Mati karna ketabrak mobil gara - gara kecewa sama pacar bodoh yang berani selingkuh dengan cewek murahan yang gak ada hargany...
"A-apa yang kau lakukan!" ucap Aurelia dengan gemetar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . Baca!!
🌈🌈
Flashback
"A-apa yang kau lakukan!" ucap Aurelia dengan gemetar.
Sekarang posisi Aurelia sangat intim dengan Lio dapat iya rasakan seruan nafas yang hangat, dapat dilihat bulu-bulu halus dari jakun nya jika dilihat dengan seksama dan dekat muka Lio terlihat seperti baknya seorang dewa Yunani. Ketampanan yang sangat jelas.
"Apa karna kau jatuh dari kamar mandi kepala mu sampai lupa kalau kau siapa? Ha!!" tatapan tajam bak singa yang mengerikan.
"A-aku bener-benar tidak ingat apa pun dan aku aku bukan istri mu!" dengan keberanian Aurelia berbicara dengan gagap dan diakhiri meninggikan suara.
"JIKA KAU BUKAN ISTRI KU SIAPA KAU HA!!" Dengan kencang dia membentak ku dan mencekram bahu ku hingga dapat ku rasakan jika itu akan memerah dan biru.
Flashback end.
Setelah kejadian itu aku baru menyadari kalau pria dingin dan tatapan tajam bak silet sangat membenci wanita yang aku tempat kan sekarang ini. Sekarang aku sedang berada di kamar tapi tidak ada pria itu setelah kejadian tadi dia memutuskan pergi entah kemana. Tapi sebelum dia pergi dia mengatakan sesuatu hal yang membuat ku kaget.
"Kau adalah istri ku NyonyaElysaAbraham. Dan sekarang kau sedang hamil 5 bulan Dia anak ku! dan aku Lionel Abraham!!. Apa kau sekarang ingat ha kalau kau siapa?" tegas Lio. Dengan mempertegas beberapa kata yang iya katakan sungguh membuat ku membenci lelaki ini. Dengan perlahan Aurelia mengangguk saja. Setelah itu lio melepaskan cengkeraman nya dan pergi entah kemana.
Semakin malam semakin membuat Aurelia mengantuk
'Apa ini efek hamil makanya aku cepat sekali capek dan mengantuk?'batin Aurelia.
"sebaiknya aku tidur saja" ucap Aurelia (Elysa). Dengan perlahan dia membaringkan tidur nya dan mencari tempat tidur yang nyaman.
Sebenarnya dia sempat memikirkan bagaimana perasaan so wanita ini dengan sikap pria yang tidak punya pesanan, dingin, jika bener bicara hanya bisa membentak saja. kalau tidak tampan sudah ku cincang tuh pria dengan mata coklat tajam.
"Nak kasian sekali kamu, ibu mu entah kemana sekarang dan ayah mu bahkan memperlakukan ibu mu dengan buruk" Ucap Aurelia dengan mengusap perut bumi besar nya itu, dan dapat dirasakan jika bayi yang di dalam merespon usapan nya.