Selama hampir 8 tahun Arvins mengabdikan dirinya bekerja menjadi Asisten pribadi Caesar Bailey, CEO Bailey Groups yang juga merupakan duda beranak satu. Karna profesinya, Arvins diharuskan mengurus semua masalah pribadi Caesar Bailey termasuk putran...
Hari ini adalah hari ke 10 Theo berada di Italy, Tidak kemana pun dan tidak melakukan apapun. Hanya membantu merawat Armaan dengan maksud terselubung, karna semakin Armaan cepat pulih maka semakin dia bisa cepat pulang. Bahkan pria tampan berkulit eksotis itu juga tetap tidak berminat menggunakan handphone sampai sekarang.
Saat ini Theo sedang duduk di sofa ruangan kerja Caesar. Saat mereka sedang sarapan tadi Caesar menyuruh Theo untuk pergi keruangannya karna perlu membicarakan sesuatu.
"Tidak paman jangan memaksaku." Ucap Theo menolak permintaan Caesar.
"Huft.. paman harus keluar kota dan Armaan tidak mungkin menghadirinya hanya kau yang bisa paman andalkan nak." Jelas Caesar. "Kau tidak sendirian Arvins akan menemanimu." Sambung Caesar.
"Aku datang kemari hanya untuk merawat Armaan sampai sembuh paman tidak untuk menghadiri acara penjamuan." Ucap Theo.
"Ini hanya acara penjamuan Natta lagipula semenjak kau kembali ke Italy paman belum pernah melihatmu keluar mansion. Jadi datanglah ke acara ini! Setidaknya untuk membantu paman." Ujar Caesar.
"Pukul berapa?" Ucap Theo yang terlihat malas.
"Nice. Pukul 8.30 Arvins akan menjemputmu. Dia akan menemanimu menghadiri acara penjamuan ini."Ujar Caesar.
"Baik paman." Ucap Theo berjalan keluar ruangan pamannya.
.
.
"Misi selesai." Ucap Caesar menjelaskan kepada orang yang sedang dia telfon.
"Hmm..." Jawab caesar sebelum memutus panggilannya.
...............
Seorang pria tampan tengah berdiri didepan kaca dengan setelan jas serta celana berwarna cream yang dipadukan dengan kemeja putih, sangat tampan. Tapi raut wajahnya tidak menggambarkan kebagian dan hanya kesedihan yang ditampilkannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Huaa cakep banget phi Natta😭)
Tok... Tokk...
Suara ketokan pintu
"Berangkat sekarang?" Ucap Theo setelah membuka pintu kamarnya.
"Hmm.. satu jam lagi acara akan dimulai." Ucap Arvins setelah melihat jam pada tangan kanannya. "Wow.... Sangat tampan tuan Nattawin Ritthirong." Sambung Arvins setelah melihat penampilan Theo.
"Hmm.." jawab singkat Theo berjalan meninggalkan Arvins.
"Hahahh... Dingin sekali tuan mudaku satu ini." Ucap Arvins.