03. Pergi Ke Mal

14.3K 773 5
                                        

__ Angel : sweet but dangerous__

Genre : Fiksi Remaja

Created by ; Strawbbabiess_x

Created by ; Strawbbabiess_x

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Cahaya matahari pagi mulai menyusup masuk melalui tirai tipis yang bergoyang pelan. Sinar keemasan itu menari di dinding kamar, perlahan mengusir sisa-sisa kegelapan malam. Di atas ranjang, seorang gadis masih terlelap, wajahnya tenang dengan helaian rambut berantakan menutupi sebagian pipinya.

Jarum jam di atas nakas bergerak pasti, menunjukkan pukul setengah delapan.

"Sayang, bangun! Apa kau lupa, hari ini kita akan pergi ke mal?" Suara lembut namun tegas terdengar dari balik pintu.

Gadis itu menggeliat malas, membuka mata setengah, lalu menoleh sekilas ke arah jam. "Iya, Mommy... aku sudah bangun," gumamnya pelan, suaranya masih serak sisa tidur.

Dengan enggan ia bangkit, menyeret langkah menuju kamar mandi. Air dingin yang menyentuh kulit membuat kantuknya sirna perlahan. Lima belas menit kemudian, ia keluar dengan wajah segar. Rambut basahnya tergerai, aroma sabun masih melekat, membuat penampilannya tampak berbeda dari sebelumnya-lebih hidup, lebih cerah.

Di depan cermin, ia merapikan sedikit rambutnya sebelum akhirnya membuka pintu kamar. Senyumnya merekah, seolah semangat hari itu baru saja benar-benar dimulai.

Sesekali ia bersenandung kecil, menyanyikan potongan lagu entah apa judulnya. Nada itu terdengar ringan, penuh semangat. Ia bahkan melompat-lompat kecil di koridor, seperti anak kecil yang tak bisa menyembunyikan rasa girangnya. Hari itu benar-benar ia nantikan.

Aroma harum roti panggang dan kopi hangat menyambut begitu gadis itu turun ke lantai bawah. Dari dapur, Laras tampak sibuk menata sarapan sederhana di meja makan. Senyum hangatnya langsung terbit begitu melihat putrinya muncul dengan wajah cerah.

"Kau terlihat segar sekali pagi ini," ucap Laras sambil menarik kursi. "Makanlah dulu, perjalanan ke mal tidak sebentar."

Gadis itu duduk, mengambil sepotong roti lalu menggigitnya dengan lahap. "Hari ini pasti seru, Mommy. Aku sudah menunggu-nunggu sejak kemarin."

Laras hanya tersenyum sambil menggeleng pelan, menikmati antusiasme putrinya yang sulit disembunyikan. Setelah sarapan singkat, keduanya bersiap. Laras mengambil tas tangan, sementara sang gadis tak henti-hentinya memastikan penampilannya di cermin dekat pintu. Rambut sudah disisir, pakaian rapi, dan seulas senyum selalu terpasang.

Mobil keluarga perlahan meluncur meninggalkan rumah. Jalanan pagi itu cukup ramai, dipenuhi kendaraan yang bergegas menuju tujuan masing-masing. Dari dalam mobil, gadis itu terus menempelkan wajahnya ke jendela, menikmati pemandangan yang berganti setiap detiknya.

Angel : Sweet But DangerousCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang