04. SMA Antariksa

13K 692 4
                                        

__ Angel : sweet but dangerous__

Genre : Fiksi Remaja

Created by ; Strawbbabiess_x

Created by ; Strawbbabiess_x

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Hari yang sering disebut paling malas untuk bersekolah. Bagaimana tidak? Semua siswa diwajibkan mengikuti upacara bendera yang bagi kebanyakan dari mereka terasa membosankan.

Namun, bagi seorang gadis bernama Angel Annata Alexander, senin bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah panggung baru.

Di hadapan cermin, ia menatap bayangannya sendiri. Rambut panjangnya yang sempat berantakan kini ia rapikan dengan telaten. Senyum tipis terbit di bibir mungilnya, seolah ia sedang menyusun sihir kecil untuk memulai hari.

Perfect.” Gumamnya

Angel melangkah menuruni tangga rumah dengan langkah ringan. Sesekali ia bersenandung, seperti gadis yang membawa musim semi dalam dirinya.

“Good morning, Daddy and Mommy,” sapa Angel ceria.

Laras, sang Mommy, menoleh sambil tersenyum. “Pagi, sayang. Cepat sarapan, jangan sampai terlambat.”

Dominic, Daddy-nya, masih tenggelam dalam layar laptop. Angel mendesah kecil, lalu berkomentar sambil duduk. “Daddy, meja makan bukan kantor. Lebih baik segera berangkat sebelum Mommy benar-benar mengusir kita.”

Dominic menoleh, tersenyum penuh gurau. “Apa Nyonya Angel sedang mengusir saya?”

Angel terkekeh. “Tentu saja. Cepat makan, lalu pergi.”

Dominic mengacak rambut putrinya dengan tangan besar. “Gadis kecil ini sudah pandai melawan rupanya.”

Angel mendorong tangannya pelan. “Rambutku jadi berantakan, Daddy. Cepat pergilah.”

Laras yang memperhatikan sejak tadi hanya tertawa kecil. “Sudah, sekarang Nyonya Angel dan Tuan Dominic silakan segera pergi dari rumah saya.”

Angel berdiri, menyandang tasnya, lalu melangkah ke pintu. “Baiklah, Nyonya Laras. Terima kasih atas sarapannya. Saya pamit.”

Dominic pun ikut berdiri, melangkah mendekat ke arah istrinya. “Aku pergi, hati-hati di rumah.” Ucapnya sambil mencium singkat bibir Laras.

Pagi itu, jalanan kota mulai ramai. Sinar matahari menembus celah pepohonan, meninggalkan bayangan yang menari di aspal.

Sebuah mobil hitam elegan melaju tenang, di balik kacanya tampak Angel duduk bersandar. Earphone putih menggantung di telinganya, lagu favoritnya mengalun pelan, membuatnya sesekali ikut bergumam.

Ia menatap keluar jendela. Gedung-gedung tinggi, deretan toko, hingga anak-anak SD dengan ransel besar yang berlarian menuju sekolah, semua terlihat bagai potongan film yang berputar cepat.

Angel : Sweet But DangerousCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang