09. Pertemuan Di Ujung Jalan

9.2K 544 4
                                        

__ Angel : sweet but dangerous__

Genre : Fiksi Remaja

Created by ; Strawbbabiess_x

Created by ; Strawbbabiess_x

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Hari Minggu telah berlalu. Kini semua orang kembali menjalani aktivitas seperti biasa—ada yang pergi ke kantor untuk bekerja, ada pula yang berangkat ke sekolah.

Seorang laki-laki berparas tampan tampak sibuk merapikan penampilannya dengan seragam khas SMA Antariksa. Ia menata sedikit rambutnya yang berantakan, lalu mengenakan seragam dengan gaya khasnya, kemeja dikeluarkan, dasi terpasang seadanya.

Setelah merasa cukup rapi, ia melangkah turun ke lantai bawah. Aroma nasi goreng dan roti bakar langsung menyambutnya begitu ia tiba di ruang makan, tempat kedua orang tuanya dan sang adik, Olivia, sudah duduk menunggu.

Xavier menarik kursi dan duduk di samping Olivia. Ia tersenyum tipis ke arah sang adik dan ayahnya, Andreas, sebelum menatap ibunya yang sibuk menuangkan teh hangat ke cangkir.

“Kakak mau makan apa? Bunda sudah buat nasi goreng, roti bakar, sama nasi biasa. Kamu mau pilih yang mana?” tanya Chloe, ibunya, sambil menoleh sekilas pada putra sulungnya.

Xavier menghela napas pelan. “Roti bakar saja, Bun,” jawabnya sambil menunjuk roti yang sudah diolesi selai cokelat. Setelah itu, ia meraih segelas susu hangat yang diletakkan ibunya di atas meja.

Chloe menyerahkan roti bakar itu kepada putranya, lalu duduk di samping sang suami. “Makan yang banyak, ya, anak-anakku.”

Olivia menggeleng pelan. “Via nggak mau makan banyak, nanti kalau gemuk gimana.”

Xavier menatap adiknya, lalu menyentil pelan kening Olivia. “Kalau Bunda suruh makan, nurut aja. Badan kamu juga kurus, kayak triplek.”

Olivia langsung menghela napas panjang sambil mengelus dadanya. Pagi ini ia harus lebih banyak bersabar menghadapi satu-satunya laki-laki menyebalkan di rumah itu. Kalau saja Xavier bukan kakaknya, mungkin sejak tadi sudah ia lempar ke tengah laut.

Ia menatap sinis kakaknya. “Kalau ngomong, di-filter dulu. Jangan asal ceplas-ceplos, kayak mulut cewek aja lo.”

Chloe dan Andreas hanya bisa saling pandang lalu menggeleng pelan. Mereka sudah terbiasa dengan adu mulut kakak-beradik itu.

Setelah sarapan usai, Olivia beranjak dari kursinya. Ia berpamitan kepada Chloe dan Xavier, sementara Andreas juga bersiap berangkat, sempat menepuk bahu putra sulungnya sebelum keluar rumah.

Xavier meneguk sisa susu di gelasnya, lalu berdiri. “Aku berangkat dulu, Bun,” ucapnya seraya meraih tas yang sudah disiapkan sejak semalam.

“Belajar yang baik, jangan suka bolos,” pesan Chloe sambil merapikan kerah seragam putranya.

Angel : Sweet But DangerousCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang