18. Pengakuan Xavier

7.4K 432 4
                                        

__ Angel : sweet but dangerous__

Genre : Fiksi Remaja

Created by ; Strawbbabiess_x

Created by ; Strawbbabiess_x

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Xavier bersandar di motornya, jemarinya main-main dengan gantungan kunci. Matanya sesekali melirik Angel yang duduk di samping, sibuk menatap langit pagi.

“Lo tau nggak, Gel,” suara Xavier terdengar lebih dalam dari biasanya, “gua tuh orangnya susah banget ngomong soal perasaan. Biasanya gua tunjukin pake tindakan, bukan kata-kata.”

Angel menoleh sebentar, senyum samar muncul di wajahnya. “Terus? Kenapa sekarang lo jadi ngomong gini?”

Xavier menarik napas panjang, lalu menatap Angel lekat-lekat. “Soalnya gue capek pura-pura biasa aja. Capek nahan diri kayak nggak ada apa-apa. Padahal, setiap kali lo ketawa… atau sekadar cerita hal-hal kecil, rasanya hari gua jadi lebih gampang dijalanin. Dan tanpa gue sadarin… gua udah kebawa sama lo.”

Angel terdiam. Matanya sedikit melebar, rona tipis mulai naik di pipinya.

“Gua nggak minta lo langsung jawab atau ngasih kepastian sekarang,” Xavier melanjutkan dengan nada tegas tapi pelan. “Gua Cuma pengen lo tau. Buat gua… lo bukan Cuma teman. Lo lebih dari itu. Jauh lebih.”

Hening menyelimuti mereka. Angin pagi lewat, membawa degup jantung Xavier yang berusaha ia sembunyikan di balik senyum miring khasnya. “Kalau pun lo anggep ini konyol, gua siap nerima. Tapi yang jelas… gua beneran suka sama lo.”

Angel berjalan beriringan bersama keempat sahabatnya di koridor sekolah. Kelima gadis itu melangkah santai menuju kantin. Jam istirahat baru saja dimulai, dan seperti biasa, kantin Antariksa dipenuhi murid yang berhamburan mencari tempat duduk.

“Kalian denger nggak, katanya sekolah kita kedatangan murid baru?” Hera membuka obrolan.

“Murid baru?” ulang Angel, menoleh singkat.

Hera mengangguk cepat. “Iya. Lima orang sekaligus, lo bayangin—lima cowok.”

“Gue juga denger,” timpal Hana. “Ketua kelas ngomongin itu tadi.”

Semi mengerutkan kening. “Siapa murid barunya? Masuk kelas mana?”

“Belum tau,” Hera mengedikkan bahu. “Tapi dari cerita Tiyo, katanya mereka bakal masuk kelas kita.”

“Masa sih? Lima-limanya?” Hana menghentikan langkah, mendadak terdiam. Matanya melebar begitu melihat sekelompok cowok tak asing di ujung koridor.

“Mereka…” Angel ikut tercengang. Begitu juga keempat sahabatnya.

“Bukannya itu orang yang kita temuin di kafe waktu itu?” ucap Semi.

Keempatnya langsung mengangguk.

Angel : Sweet But DangerousCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang