22. Senja Yang Sunyi

4.2K 274 50
                                        

__ Angel : sweet but dangerous__

Genre : Fiksi Remaja

Created by ; Strawbbabiess_x

Created by ; Strawbbabiess_x

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

Suara sirene ambulans masih terngiang di luar rumah sakit ketika motor besar Xavier berhenti mendadak di depan lobi. Ia bahkan tidak mematikan mesin dengan benar—hanya menjatuhkan standar sembarangan sebelum berlari masuk.

Lorong rumah sakit dipenuhi orang yang lalu-lalang, bau obat-obatan menusuk hidung. Jantung Xavier seperti mau meledak.

“Pasien kecelakaan mobil! Mana ruang ICU?!” teriaknya ke arah perawat yang kebetulan lewat.

Perawat menoleh, rautnya tegang. “Kalau pasien perempuan dengan luka parah barusan masuk, dia di ICU, lantai dua. Tapi—”

Xavier tidak mendengar sisanya. Ia sudah berlari menaiki tangga dua anak tangga sekaligus, napasnya memburu.

Di depan ruang ICU, ia mendapati pemandangan yang membuat dadanya semakin sakit. Hara terduduk di lantai dengan seragam penuh darah, Hera berjongkok di sampingnya sambil menahan tangis. Semi mondar-mandir gelisah, wajahnya pucat. Hana bersandar ke dinding, matanya bengkak.

Begitu mereka melihat Xavier, suasana langsung berubah.

“Xav…” suara Hera serak.

Xavier berhenti di depan mereka, matanya langsung menatap pintu ICU yang tertutup rapat. Tubuhnya tegang, tangannya mengepal. “Gimana Angel?” suaranya pecah, nyaris berbisik.

Hara mendongak, air matanya mengalir lagi. “Dia… parah, Xav. Mobilnya rem blong… ditabrak truk. Darahnya banyak banget.”

Xavier merasakan perutnya mual. Dunia seperti berputar. Ia menempelkan keningnya ke pintu ICU, suaranya rendah namun penuh getaran. “Tolong bertahan, Gel… tolong…”

Dokter keluar beberapa saat kemudian, melepas masker bedahnya dengan wajah serius. Semua langsung berdiri.

“Bagaimana, Dok?” Semi nyaris berteriak.

“Kondisi pasien sangat kritis,” jawab dokter. “Kami sedang berusaha menghentikan pendarahan internal. Dia kehilangan banyak darah.”

“Dia… bisa selamat, kan?” suara Hara memohon, tangannya gemetar.

Dokter menatap mereka, lalu menghela napas. “Kami lakukan yang terbaik. Tapi kalian harus siap untuk segala kemungkinan.”

Kalimat itu menghantam seperti palu godam. Hara langsung menutup wajahnya, Hera memeluknya erat. Semi menunduk, menggigit bibir hingga berdarah.

Xavier terpaku, wajahnya kaku. Namun perlahan, ia melangkah ke arah dokter. Tatapannya tajam, penuh amarah sekaligus putus asa. “Selamatkan dia. Apa pun caranya, selamatkan Angel.”

Angel : Sweet But DangerousCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang