ga perlu deskripsi2an ya, langsung baca aja. just for fun aja xixi happy reading all💃
⚠️G x G AREA⚠️
⚠️CHIKSHEL AREA⚠️
yg ga suka 🚷dilarang masuk!🚷
011122 - 080622
"Nanti aku bisa makan di sekolah mih. Dah ya, Acel berangkat dulu. love u." Ucap Ashel lalu mencium kedua pipi Anin.
Anin mengantar Ashel ke depan, "Hati-hati ya do bawa motornya. Jangan sampe lecet anak tante." Ucap Anin memperingati.
"Siap, tante." Aldo mengangkat tangannya hormat pada Anin.
Tin tin. Aldo mengklakson sebagai tanda kalau mereka akan berangkat.
15 menit kemudian, mereka akhirnya sampai di sekolah. Di SMA GALAKSI 48. Mereka sudah menginjak empat bulan bersekolah disini sebagai murid baru.
Tak lama setelah mereka memarkir motor, sebuah mobil Lamborghini Urus berwarna kuning masuk ke area sekolah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Para murid termasuk Aldo dan Ashel bertanya-tanya siapa pemilik mobil itu, pasalnya mereka tak pernah melihat mobil itu sebelumnya.
Setelah mobil itu terparkir, keluarlah seseorang dari pintu kemudi dengan rambut yang digerai indah. Tak lama seseorang kembali keluar dari bangku penumpang.
"Dih. Gausah tebar pesona deh lo." Ucap seseorang yang baru saja keluar dari mobil kuning tai itu.
"Yeu... Tanpa gue tebar pesona, mereka juga udah terpesona ama gue." Balas seseorang itu.
"Dihh pede amat lo." Ucap Ella.
"Diem deh lo bocah, gak akan gue ijinin lo numpang lagi di mobil gue." Ucap Chika lalu meninggalkan Ella dan juga orang-orang yang masih menatapnya kagum.
Mereka adalah Ella dan Chika. Saudara kandung yang tak sama alias tidak ada mirip-miripnya sama sekali. Mereka berdua cukup terkenal di sekolahnya, apalagi Chika. Sang primadona sekolah.
Lanjut.
Ella sebenarnya punya mobil, tapi karena mobilnya yang sedang perawatan di bengkel alias lagi sakit jadinya ia terpaksa bareng sama Chika.
"Kak Chika cantik banget gilak." Gumam Aldo
Ashel yang tadinya masih fokus pada mereka tiba-tiba langsung nengok. "Kamu bilang apa do?" Ucap Ashel dengan tatapan tajam.
Aldo panik, "E-enggak kok sayang." Ia pun langsung kabur ke kelas guna menghindari amukan Ashel.
"ALDOOO!! jangan kabur kamu!" Teriak Ashel seraya mengejar pacarnya yang sudah berlari ke kelas.
Ashel kenal betul siapa Chika, karena Chika merupakan gadis populer dan keren di sekolahnya. Dan Ashel mengakui kalau Chika memang sosok sempurna, tapi tetap saja ia tidak terima jika pacarnya, Aldo memuji gadis itu.
Chika memasuki kelasnya yang terlihat sudah agak ramai. Beberapa sahabatnya juga sudah datang dan berkumpul disana.
"Shalom." Sapa Chika pada para sahabatnya. Sontak membuat mereka semua menoleh ke arah Chika.
"Wedeh... Udah dateng nih." Ucap Dey
"Uhuyy mobil baru nih gue liat-liat." Goda Eli pada sahabatnya itu.
"Traktir." Palak Gita tiba-tiba.
Chika memutar bola matanya malas, "Baru juga dateng udah dipalak aja gue. Susah tuh gue dapetin mobil itu."
"Iyalah susah, kalo gampang lo bakal manja sama om Shamy." Gita meledek sang sahabat yang kemungkinan bisa saja terjadi.
"Walau susah tapi lo seneng 'kan?" Heboh Eli yang ikut senang.
"Senenglah yakali engga."
"Boleh kali kita ikut nyobain mobil mevvah baru lo itu." Ucap Dey
"Gak larang." Balas Chika.
...
Pulang sekolah
Seperti yang mereka rencanakan tadi pagi, mereka akan ikut mencicipi mobil baru milik Chika. Mobil yang baru dibelikan Papahnya setelah ia juara lomba musik tingkat nasional. Ia juara setelah membawakan Für Elise menggunakan piano.
Keluarga mereka memang terkenal sebagai keluarga musisi. Shamy bisa memainkan banyak alat musik, Sisca seorang penyanyi bersuara emas, Chika dan Ella jago dalam memainkan piano, violin dan gitar, tapi bedanya suara Chika tak sebagus Mamahnya dan Ella ketika bernyanyi.
Saat ini mereka berempat sudah berada di dalam mobil dan bersiap meninggalkan area sekolah. Ketika mobilnya akan keluar gerbang, tiba-tiba sebuah motor menyalip mobilnya, membuat Chika mengerem mendadak.
TIIINN!! Sontak Chika mengklakson motor itu yang sudah pergi jauh meninggalkan area sekolah.
"Wah gilak tuh orang, berani beraninya nyalip mobil mahal." Dey berteriak kesal karena sedikit terkejut dengan motor tersebut.
"Untung nggak kena mobil gue." Ujar Chika yang sedikit kesal juga, tapi untungnya mobilnya tak kesenggol.
"Nggak bakal mampu tuh orang kalo ni mobil sampe lecet." Maki Gita.
"Udah lah yuk jalan lagi." Sahut Eli yang sebenernya ingin ikut menumpahkan kekesalannya, tapi tak jadi karena motornya juga sudah hilang.
...
"Do, kamu tuh jangan suka ngebut kek, tadi kamu hampir nyerempet mobil kak Chika tau." Ucap Ashel mengingatkan pacarnya yang hampir saja mencelakai mobil kakak kelasnya tadi.
"Iya sayang, maaf. Kan tadi kita buru-buru ke RS nengokin mama kamu yang tiba-tiba pingsan." Balas Aldo merasa bersalah.
"Ya tapi kita juga harus hati-hati, do. Aku gamau kamu kena masalah karena ketidak hati-hatian kamu." Nasihat Ashel lembut.
Aldo memegang punggung tangan Ashel, "Iya maaf, lain kali aku bakal hati-hati kok. Janji."
Ashel mengangguk dan memeluk Aldo.
Ekheem
Suara deheman itu sontak membuat pelukan pasangan bocah SMA terlepas.
"Peluk-pelukan jangan disini." Ledek Anin yang baru saja sadar dan mendudukkan tubuhnya.
"MAMIII!!" Ashel langsung memeluk Anin dan menangis.
"Aduh anak mami jangan nangis dong."
Ashel melepaskan pelukan sang Mami, raut wajahnya terlihat khawatir, "Lagian mami tiba-tiba sakit gini, bikin acel khawatir tau ga!?"