07 - jujur dan gosip

2K 276 25
                                        

HAPPY READING!

***

Keesokan harinya..

Seperti biasa, Chika menjemput Ashel dan mengantarnya ke sekolah. Bukan mengantar sih, tapi berangkat bareng.

Sesampainya di sekolah, mereka menjadi pusat perhatian, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Chika sudah terbiasa, tapi tidak dengan Ashel.

"Euh.. kak, gue duluan ya." Ashel ingin pamit lebih dulu.

"Ga. Gue anter sampe kelas." Jawab Chika.

Chika menggandeng tangan Ashel di depan banyak orang, Ashel ingin melepas tapi tak bisa karena Chika menggenggam tangannya erat.

"Santai aja, gausah takut. Ada gue." Ucap Chika pada Ashel yang berada disampingnya.

Mereka sudah sampai di kelas Ashel. Chika melepaskan genggamannya. "Gue ke kelas ya. Belajar yang bener." Ucap Chika.

Ashel mengangguk, "Makasih kak."

Selepas Chika pergi, Ashel pun masuk ke kelasnya.








Jam istirahat

"Perhatian! Panggilan kepada Yessica Tandresa kelas 11 IPA 2 dan Ashella Belvina kelas 10 IPA 1 untuk segera hadir ke ruang kepala sekolah. Terima kasih." Ucap seorang guru dari toa pengumuman.

Chika dan Ashel sudah menduga bahwa mereka akan dipanggil, sedangkan teman-teman mereka yang mendengar itu terkejut dengan panggilan tersebut. Apa yang mereka perbuat hingga dipanggil ke ruang kepsek? pikir mereka.

"Weh chik, lo berdua ngapain sampe dipanggil kepsek?" Tanya Dey khawatir.

Chika tak menjawab lalu ia berdiri. "Ayo Shel." Ajak Chika. Ashel mengangguk dan ikut berdiri.

Mereka berjalan berdampingan ka ruang kepsek yang diikuti tatapan para murid.


Ketika sudah berada di depan pintu kepsek, mereka terdiam beberapa saat karena kekhawatiran Ashel.

"Kak.. Gue takut." Ucap Ashel pelan.

Chika merangkul bahu Ashel, "Jangan takut. Ada gue. Kita jelasin semuanya, oke?" Ucap Chika membuat Ashel sedikit tenang.

Ashel mengangguk. Chika menggenggam tangan Ashel lalu mengetuk ruang kepsek. "Permisi bu."

"Silahkan masuk Chika dan Ashel." Suruh bu Indira, sang kepsek. Mereka pun masuk.

"Silahkan duduk." Bu Indira mempersilahkan mereka berdua untuk duduk, dan mereka tak menolak.

Di ruangan itu terdapat bu Indira dan juga kedua orang tua Aldo. Ashel merasa sedikit khawatir dan takut.

"Baik.. Mungkin kalian berdua sudah tau alasan saya memanggil kalian kesini. Tanpa berlama lagi, kami ingin mendengar keterangan langsung dari kalian terkait kejadian kemarin. Mohon untuk memberi keterangan secara detail dan jujur. Silahkan jelaskan." Ucap bu Indira.

Chika melirik Ashel yang sedang menunduk takut, tak ada gerakan untuk menjelaskan. Chika berinisiatif untuk menggantikan peran Ashel dalam menjelaskan.

"Jadi gini bu, ..." Chika menjelaskan kejadian kemarin dari sudut pandangnya secara detail.

"Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi pada kamu Ashel?" Tanya bu Indira yang iba dengan muridnya itu.

Ashel melirik Chika, Chika mengangguk lalu memegang tangan Ashel seolah berkata 'Gapapa, semua akan baik-baik aja'.

Infinite LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang