HAPPY READING!!
***
"Ekhem." Dehem seseorang yang sontak membuat Aldo menoleh dan melepaskan tangan Ashel. Ashel langsung mundur beberapa langkah.
Orang itu datang entah dari mana.
Ashel menengok ke sumber suara, orang itu hanya menyeringai kecil. "Sorry kalo gue ganggu hehe." Ucap orang itu.
"Enggak kok kak, ga ganggu." Jawab Ashel cepat. Orang itu menatap Ashel dan tersenyum manis.
"Gue kesini nyari basket gue. Soalnya tadi gue liat basket gue gelinding kesini," Jelas Chika. "Mana ya?" Monolognya seraya melihat ke segala arah.
Lalu Chika menatap Aldo tajam, "Lo liat basket gue gelinding kesini ga?" Tanyanya datar.
Aldo menggeleng takut, merasakan hawa yang mencekam.
Chika mengangguk. "Yaudah deh kalo ga ada."
Chika mulai ingin pergi tapi ia berbalik lagi. "Eh bentar, btw kalian berdua ngapain disini?" Chika menatap kedua orang itu bergantian. "Jangan jangan—"
"E-engga kak, kita ga ngapa-ngapain." Ucap Aldo cepat.
"Oh, terus lo ngapain masih disini?" Chika menatap tajam Aldo, dengan tatapan tak bersahabat.
"Cabut." Perintah Chika. Aldo pun pergi dengan perasaan sedikit takut.
Chika menatap Ashel yang menunduk. Chika mendekat lalu menarik tangan Ashel dan membawanya pergi.
"Eh?" Kaget Ashel yang tiba-tiba tangannya ditarik.
Ternyata Chika membawa Ashel ke UKS untuk mengobati pergelangan tangan Ashel yang memerah dan lecet.
Chika mengobati tangan Ashel dengan telaten, sedangkan Ashel hanya diam memandangi wajah kakak kelasnya yang tampak sangat cantik karena keseriusannya.
"Ga bosen?" Tanya Chika masih fokus pada tangan Ashel.
"Hah?" Beo Ashel.
Chika mendongak menatap Ashel, "Ga bosen mandangin wajah gue terus?"
Seketika Ashel membuang muka, ia merasa malu karena terciduk memperhatikan kakak kelasnya itu. "Geer, siapa juga yang liatin lo." Bantah Ashel, membuat Chika terkekeh kecil.
"Udah selesai." Ucap Chika yang telah selesai mengobati tangan Ashel.
Ashel menatap Chika, "Thanks."
Chika mengangguk, "My pleasure." Balas Chika sambil membereskan obat.
Setelah beres, Chika memperkenalkan diri. "Gue Chika."
"Udah tau. Siapa sih yang ga tau lo?!" Ucap Ashel.
Chika tersenyum tipis, "Iya, gue tau kok gue populer." Sombongnya yang membuat Ashel memutar matanya.
"Jadi?" Tanya Chika.
Ashel menaikkan alisnya. "Apa?"
"Siapa nama lo?"
"Oh. Ashel."
Jujur, selama ini Chika memang tidak mengetahui nama gadis di depannya ini. Padahal ia sudah tertarik dengan Ashel semenjak ia menolong Ashel dari bola yang berujung pelukan waktu itu.
"Cantik. Kayak orangnya." Puji Chika lalu tersenyum.
Ashel menunduk, ia merasa pipinya memanas, dan jantungnya yang berdebar. Kenapa ia merasa tersipu setelah dipuji begitu saja? Lemah sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Infinite Love
Romansaga perlu deskripsi2an ya, langsung baca aja. just for fun aja xixi happy reading all💃 ⚠️G x G AREA⚠️ ⚠️CHIKSHEL AREA⚠️ yg ga suka 🚷dilarang masuk!🚷 011122 - 080622
