17. BACK LIKE A ROBOT AGAIN (2)

52 5 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______________________________

HAPPY READING ❤️
______________________________


Beberapa hari berlalu, kini ketua kelas sudah masuk kembali. Meskipun jalannya masih pincang, dan Fathan sendiri sudah melepaskan gips. Bahkan sudah mulai bermain basket. "Hai wargaku! Presiden kalian datang setelah satu abad rebahan!" seru ketua kelas dengan semangat pagi.

"Ini dia Pak Ketu kita! Welcome!" sambut Fathan.

"Kaki aman?" tanya yang lain.

Ketua kelas mengangkat kaki kanannya. "Asal nggak kalian sleding ya aman aman aja."

"Apa kabar, bro?" tanya ketua kelas pada Kein tetapi Kein tidak menjawab. Aura Kein kini seperti malam yang gelap disertai angin dingin, di atas kepalanya seolah ada tulisan 'jangan ganggu gue'.

"Kulkas ini pendinginnya masih berfungsi dengan baik ternyata." ucap ketua kelas. Dia sama sekali tidak sakit hati, mungkin sudah paham dengan sifat Kein. Jadi, memaklumi adalah pilihan yang paling tepat daripada marah, hal itu hanya akan membuat Kein semakin jauh.

"Nggak usah peduliin dia lagi sekarang." ucap Fathan dengan wajah tiba-tiba bad mood. Kein sangat yakin kalau Fathan masih kesal dengan respon dirinya hari itu tentang menjenguk ketua kelas.

Purple [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang