[07]MENGINAP SEMALAMAN

747 81 6
                                        

Kini kedelapan orang itu duduk di karpet bulu dengan posisi melingkar, Solam tidak menginap di rumah Karin jadi tersisalah delapan inti.

"Jadi ada yang janggal?" tanya Karin pada Vanila Hana dan Daren.

Hana memutar gagang permennya, ia menatap Daren dan Vanila sejenak.

"Gak ada, mungkin dia gak tau kalau dia jadi intaian kita" kata Hana.

Karin mengangguk, ia menatap jam malam makin larut tapi ia menatap teman temannya yang sama sekali belum terlihat mengantuk.

"Kalian gak ngantuk?" tanya Karin dibalas gelengan oleh semuanya.

Karin mengangguk ringan, ia menatap Vanila dengan alis terangkat.

Vanila menghela nafas berat, ia mengangguk saat Karin memberikan isyarat menyuruhnya untuk selesaikan masalahnya.

"Ando gw mau bicara berdua sama Lo, di ruangan kedap suara" kata Vanila sambil berdiri ia melangkahkan kakinya menuju salah satu ruangan di dalam kamar itu yang kedap suara disusul oleh Ando di belakangnya.

"Jadi kalian udah baikan?" tanya Hana pada Eca dan Dafa diangguki keduanya.

"Sorry gara gara gw kita jadi canggung" kata Dafa.

"Santai aja yang penting sekarang udah gak lagi kan?" kata Hana diangguki Dafa.

Karin beranjak dari duduknya menuju salah satu King size yang muat untuk enam orang, menghempaskan tubuhnya diatas sana.

"Gw ngantuk," kata Karin sambil memejamkan matanya.

"Benerin dulu posisi tidurnya baru tidur" kata Prada saat melihat posisi Karin yang kakinya menjuntai kebawah.

Karin tak bergerak ia sudah sangat ngantuk untuk berpindah tempat saja rasanya sangat berat.

Ia merasakan tubuhnya terangkat, lalu di rebahkan kembali, tak lupa selimut yang menutupi tubuhnya.

"Cepet amat si Karin tidur nya" kata Hana sambil menatap Prada yang membenarkan letak selimut yang membungkus tubuh Karin.

"Kecapean, besok kita kumpul di markas bicarain soal panti" kata Prada kemudian berjalan menuju king size satunya yang sama besarnya dengan yang di tempati Karin.

Merebahkan tubuhnya diatas kasur mencari posisi nyaman, tak butuh waktu lama dirinya menyusul sang kekasih yang sudah terlelap.

-STBG-

Diruangan ber-AC dengan cat dark blue terdapat dua orang yang masih menutup mulutnya rapat rapat.

Suara jarum jam bergerak menggema di ruangan ini,

Vanila menautkan jari jemarinya ia bingung harus memulai dari mana sedangkan cowok dihadapannya, Ando tengah memperhatikan setiap gerakan dari Vanila.

"La"

"Do"

Mereka saling pandang lalu terdiam, Vanila menghela nafas berat mana keberaniannya?

'Come on vanila ' batin nya.

"Dogwmintamaaf" ucap Vanila cepat membuat Ando menatapnya bingung.

Vanila memalingkan wajahnya malu, ia mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah.

"Jangan liatin gw kayak gitu malu ih" kata Vanila membuat Ando tersenyum tipis.

KARPRA {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang