Semakin hari . Airin , Arsey , Lauren . Semakin dekat dan sering bermain bersama , usia kandungan Arsey juga memasuki 7 bulan .
"Terimakasih ya kak , udah ngizinin aku main ke sini" kata Airin kepada Arsey dan Lauren .
"Sama - sama Airin , anggap aja rumah sendiri" kata Arsey kepada Airin .
"Bener kata kak Arsey" kata Lauren kepada Airin .
Saat sedang bercanda , tiba - tiba ada suara orang mengetuk pintu .
'𝙏𝙤𝙠 𝙩𝙤𝙠 𝙩𝙤𝙠'
"Sebentar"kata Arsey sambil berdiri dan menuju pintu .
Arsey membuka pintu , di luar menampakan seorang laki - laki dan perempuan .
"Siapa ya?" Tanya Arsey kepada kedua orang itu .
"Saya ke sini ingin bertemu anak saya , Lauren" jawab perempuan itu .
"Sebentar ya" kata Arsey kepada perempuan tersebut .
Arsey pun balik dan menarik tangan Lauren . Dan membawa Lauren kepada perempuan itu .
"Anak mamah sudah besar" kata perempuan itu sambil memeluk putrinya .
"Iya mah" kata Luaren kepada mamahnya .
Lauren dan mamahnya saling melepas rindu . Saat sedang asik ngobrol , tiba - tiba Airin datang .
"AYAH NGAPAIN KE SINI MEMBAWA PEREMPUAN JALANG INI?!!" Kata Airin dengan nada membentak .
Lauren yang mendengar mamahnya di katain pun tidak terima .
"MAKSUD KAMU APA AIRIN , INI MAMAH SAYA . JADI WAJAR BELIAU KE SINI!!!" Kata Lauren dengan nada membentak .
"Oh jadi ini mamah lo?" Kata Airin cetus sambil melihat dari atas ke bawah .
"Pantaslah sama sifatnya , sama - sama jadi PELAKOR DAN JALANG!!" Kata Airin dengan nada marah .
"M- maksud lo?" Tanya Lauren bingung .
"MAMAH DAN PAPAH GUE CERAI , GARA - GARA PAPAH GUE NIKAH LAGI SAMA NIH JALANG , SEMUA YANG GUE PUNYA DI REBUT SAMA DIA!!!" Kata Airin dengan nada tinggi dan meneteskan air mata .
"LO PERNAH MIKIR JADI GUE ENGGA SIH DAN LO PERNAH MIKIR JADI KAK ARSEY ENGGA . YANG HAMIL BESAR TAPI ENGGA PERNAH DI DAMPINGI SUAMINYA KARENA KE EGOISAN LO!!!" Kata Airin dengan nada tinggi dan menahan sesak di dadanya kerena tangisannya .
Lauren yang mendengar itu terdiam kaku tanpa menjawab sepatah kata pun .
Saat keadaan tidak baik -baik saja , Calvin pun turun dari mobilnya . Dan menghampiri Airin , Airin yang ingin menampar Lauren pun tidak jadi karena tangannya di tahan oleh Calvin .
"Rin tahan jangan emosi , tenangin dulu diri lo" kata Calvin sambil memeluk Airin .
"Nangis sepuas lo enggapapa" kata Calvin kepada Airin .
Airin yang berada di pelukan Calvin pun menangis sejadi - jadinya .
"Beli ice cream aja oke?" Tapi janji engga nangis lagi" kata Calvin kepada Airin .
Airin pun mengangguk , Calvin pun membawa Airin pergi dari situ .
"Mau dibawa kemana anak saya?" Tanya laki - laki tersebut .
"Tenang om , saya akan menjaga anak om sepenuh hati . Engga kaya om" kata Calvin kepada laki - laki tersebut .
Calvin pun menggandeng tangan Airin dan membawa jauh dari tempat tersebut .
"Jangan nangis lagi ya? , gue engga bisa ngeliat perempuan nangis . Gue tau lo di sini dari Evan" kata Calvin kepada Airin .
Calvin pun membuka pintu mobil untuk Airin . Airin yang melihat itu langsung masuk ke dalam mobil , Calvin pun dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya . Di dalam mobil , Airin masih menahan isak tangisnya . Calvin yang melihat itu langsung bertanya .
"Kenapa masih nangis?" Tanya Calvin kepada Airin .
"Gue takut kalau gue punya laki - laki yang sifatnya kaya ayah gue , udah banyak laki - laki yang deket sama gue sifatnya sama kaya ayah" kata Airin kepada Calvin .
"Utu , utu , utu . Jangan nangis ya kan ada gue di sini" kata Calvin sambil mengelus - elus rambut Airin .
Airin yang merasa rambutnya di elus pun tersenyum .
Sekian dari author
Jangan lupa comen dan vote
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR ARSEY
Non-FictionKisah ini bermula pada seorang laki - laki dan perempuan yang di jodohkan oleh orang tuanya , laki - laki itu adalah Arkana orang - orang memanggilnya Arkan dan perempuan itu adalah Arsey . Laki - laki itu ternyata su...
