Sesampainya di cafe happiness , Evan dan Arsey pun membuka sabuk pengaman dan langsung keluar dari mobil . Arsey dan Evan pun masuk ke dalam cafe happiness , mereka pun duduk dan langsung memesan makanan dan minuman . Sambil menunggu pesanan datang , Arsey dan Evan pun berbincang - bincang . Di tengah perbincangan , Evan pun mengatakan suatu hal yang membuat Arsey kaget .
"Sey , lo mau engga nikah sama gue?" Tanya Evan kepada Arsey .
Arsey yang mendengar itu kaget dan terdiam sejenak sebelum Arsey menjawabnya .
"Tapi gue udah punya suami , kan lo tau suami gue siapa" jawab Arsey kepada Evan .
"Cerai aja" kata Evan kepada Arsey .
"Cerai? , terus anak gue gimana?" Tanya Arsey kepada Evan .
"Gue siap jadi bapaknya" jawab Evan kepada Arsey .
"Gue engga bisa cerai sekarang , maaf Van" kata Arsey kepada Evan .
"Oke enggapapa , gue tau lo masih mau bersama adek gue . Tapi ingat kalau hati lo udah engga kuat cerai aja" kata Evan kepada Arsey .
"Iya Van" kata Arsey kepada Evan .
Beberapa menit kemudian pesanan pun datang , Evan dan Arsey pun menikmati pesanan tersebut . Saat sedang menikmati makan tersebut , Arkan pun datang bersama Lauren , Evan yang melihat itu pun langsung memberi tau Arsey .
"Sey , suami lo" kata Evan kepada Arsey .
Arsey yang melihat itu pun menahan sakit hati .
𝘔𝘢𝘴 𝘈𝘳𝘬𝘢𝘯? , 𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘩 , 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 , 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘨𝘪𝘭𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘓𝘢𝘶𝘳𝘦𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 , 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 . 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘈𝘳𝘴𝘦𝘺 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪 .
"Sey , jangan begong" kata Evan kepada Arsey .
"Engga begong kok" kata Arsey kepada Evan .
Selesai makan , Evan dan Arsey pun memutuskan untuk pulang . Saat ingin keluar cafe , Arsey melewati meja Arkan dan Lauren .
"Sey" panggil Arkan yang berdiri dari tempat duduknya sambil memegang tangan Arsey .
"Apa lagi sih , lepasin" kata Arsey berbalik badan .
"Kamu marah sama mas?" Tanya Arkan kepada Arsey .
"Kamu nanya?" Kata Arsey kepada Arkan .
"Mas serius , Sey" kata Arkan kepada Arsey .
"Pikir sendiri" kata Arsey melepas tangannya dari genggaman sang suami .
Arsey pun langsung pergi dan meninggalkan Arkan , begitu juga dengan Evan yang langsung pergi tanpa melihat wajah sang adek .
Sementara Lauren yang melihat itu pun senang dan bahagia karena itu yang dia inginkan , iya , melihat Arkan Arsey berantem itu yang dia mau begitu juga ketika melihat Evan yang tidak suka kepada sang adek . Karena impian Luaren untuk membuat rumah tangga Arkan dan Arsey berantakan , itu juga impian Lauren untuk membuat abang adek menjadi benci .
Di sisi lain , Arsey pun sampai ke rumah . Arsey langsung membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil Evan , Arsey langsung masuk ke kamar , mengganti pakaian dan langsung bersih - bersih rumah . Malam hari tiba , Arkan dan Lauren pun masuk ke rumah dengan bergandengan tangan .
"Puas jalan - jalannya?" Tanya Arsey kepada Arkan dan Luaren .
"Puas banget mba" kata Lauren kepada Arsey .
"Oh gitu , udah makan berarti . Iya udah kalau gitu mba masuk kamar dulu , kasian dede bayinya" kata Arsey melangkah masuk ke kamar .
Arkan yang melihat itu bingung harus bagaimana . Lauren dan Arkan pun masuk ke kamar , Lauren pun mengganti pakaiannya dan tertidur lelap . Sementara Arkan masih memikirkan istri pertamanya , Arkan pun beranjak dari kasur dan melangkahkan kaki keluar kamar dan menuju kamar istri pertamanya . Saat sampai di kamar istri pertamanya , Arkan pun masuk kekamar Arsey . Dan langsung menutup dan mengunci pintu kamar , Arkan pun berjalan mendekati istri pertamanya yang tertidur lelap . Arkan pun tidur di samping istri pertamanya dan memeluknya . Arsey yang merasa di peluk pun bangun dari tidurnya , saat berbalik badan . Arsey melihat Arkan yang memeluknya .
"Mas Arkan" kata Arsey kepada Arkan .
"Kok bangun Sey?" Tanya Arkan kepada Arsey .
"Kaget aja" jawab Arsey kepada Arkan .
"Tidur lagi sana kasian dede bayinya , besok jalan pagi sama mas buat ke sehatan bayinya" kata Arkan kepada Arsey .
"Janji ya" kata Arsey dengan tersenyum kepada Arkan .
"Iya" kata Arkan sambil mencubit pipi istri pertamanya .
Arsey pun memejamkan mata kembali dan tertidur lelap .
Arkan yang melihat istri pertamanya tertidur lelap pun mengecup kening sang istri , Arkan pun langsung tertidur lelap sambil memeluk istri pertamanya .
Sekian dari author
Jangan lupa comen dan vote
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR ARSEY
No FicciónKisah ini bermula pada seorang laki - laki dan perempuan yang di jodohkan oleh orang tuanya , laki - laki itu adalah Arkana orang - orang memanggilnya Arkan dan perempuan itu adalah Arsey . Laki - laki itu ternyata su...
