Ke esokan harinya , Arkan sudah rapih dengan bajunya untuk mengantar Arsey chek up kandungan . Tidak lama kemudian , Arsey keluar kamar dengan pakaian rapih .
"Mas yakin mau nganterin aku?" Tanya Arsey kepada Arkan .
"Iya honey" jawab Arkan kepada Arsey .
Arkan langsung menggandeng tangan istri pertamanya dan berjalan keluar rumah . Saat di halaman rumah , Lauren melihat Arkan dan Arsey yang sedang tersenyum bahagia . Lauren yang cemburu langsung membuat ide licik . Lauren langsug menghampiri Arkan dan Arsey .
"Mas , kita pergi yo ke taman biasa" kata Lauren kepada Arkan .
"Nanti sore atau siang ya , mas mau nganterin Arsey dulu chek up" kata Arkan kepada Lauren .
"Maunya sekarang mas" kata Lauren dengan wajah cemberut dan bertingkah seperti anak kecil .
"Sayang ngertiin Arsey dong , kasian dia lagi hamil anak mas" kata Arkan kepada Lauren .
"MAS JAHAT , LEBIH MEMENTINGKAN MBA ARSEY . JANGAN MENTANG - MENTANG AKU ENGGA BISA HAMIL , KAMU JADI BERUBAH . APA AKU UDAH ENGGA PENTING BUAT KAMU MAS , KALAU EMANG AKU UDAH ENGGA PENTING LAGI BUAT KAMU . LEBIH BAIK AKU PERGI DARI RUMAH!!" kata Lauren dengan nada emosi dan kecewa .
Arkan yang melihat dan mendegar itu bimbang . Dia tidak tau harus berbuat apa .
"Lauren , kamu masih penting buat mas" kata Arkan mengusap telapak tangan Lauren .
"BOHONG , AKU PERGI AJA DARI RUMAH . URUS AJA MBA ARSEY , LEBIH BAIK KITA CERAI MAS" kata Lauren kepada Arkan .
Setelah mengatakan itu , Lauren langsung pergi meninggalkan Arkan dan Arsey . Arkan yang melihat istri keduanya pergi , sangat bersalah dan bimbang . Arsey yang melihat suaminya bimbang langsung menenangkan .
"Mas , kamu turutin aja kemauan istri kedua kamu . Aku bisa naik ojek online atau naik grab" kata Arsey kepada Arkan .
"Engga bisa gitu , gimana pun kamu istri mas juga" kata Arkan kepada Arsey .
"Tapi kasian Lauren mas , aku enggapapa kok" kata Arsey meyakinkan suaminya itu .
Arkan yang mendengar itu langsung pergi menghampiri istri kedua nya . Arsey yang melihat suaminya pergi masuk ke rumah langsung tersenyum walau hati nya sakit .
Baru mas Arkan ingin mengantarkan ku chek up , kenapa Lauren menghalangi dengan cara apa pun . Melihat mas Arkan masuk ke rumah untuk menghampiri Lauren hati ini sakit , apakah sesakit ini di poligami oleh suami?, aku terus yang harus mengalah demi istri keduanya . Sey ikhlas sey , jangan dendam dengan istri kedua suami mu . Kata Arsey dalam hati sambil meneteskan air mata .
Arsey langsung mengluarkan ponsel dan memesan ojek online untuk menuju rumah sakit , beberapa menit kemudian . Ojek online yang Arsey pesan pun datang , Arsey langsung naik dan berangkat menuju rumah sakit .
Disi lain , Arkan masih berusaha membujuk Lauren yang menangis dan marah .
"Mas minta maaf ya" kata Arkan sambil menghapus air mata Lauren .
"Percuma mas" kata Lauren kepada Arkan .
Arkan masih terus berusaha memcari cara agar Lauren tidak nangis dan marah lagi dengannya . Akhirnya Arkan mendapatkan ide .
"Gimana kita ke taman biasa kita datengin sambil beli gulali" kata Arkan kepada Lauren .
"Boleh mas" kata Lauren kepada Arkan .
Akhirnya Arkan langsung keluar dari rumah dan masuk ke mobil , sementara Lauren mengunci pintu terlebih dahulu . Setelah mengunci pintu , Lauren langsung masuk ke mobil . Di sepanjang perjalanan , Lauren terus bersandar ke suaminya .
Akhirnya rencana ku berhasil . Kata Lauren dalam hati sambil tersenyum miring .
Sekian dari author
Jangan lupa comen dan vote
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR ARSEY
Não FicçãoKisah ini bermula pada seorang laki - laki dan perempuan yang di jodohkan oleh orang tuanya , laki - laki itu adalah Arkana orang - orang memanggilnya Arkan dan perempuan itu adalah Arsey . Laki - laki itu ternyata su...
