Beberapa hari kemudian , pagi harinya . Lauren menyiamkan sarapan untuk suaminya dan mertuanya , selesai menyiamkan sarapan pagi . Lauren dan Arkan makan bersama , rasanya sepi tidak ada Arsey di sini .
"Bunda kangen sama mantu dan anak bunda , Arsey dan juga Evan" kata bundanya kepada semua orang yang ada di meja makan .
"Sama bun , tapi kita harus mengikhlaskan kepergian Evan dan Arsey" kata sang ayah kepada bunda .
Arkan dan Lauren yang mendengar itu langsung menenangkan keduanya .
"Bunda cuma khawatir dengan cucu kita yah , dari bayi sudah di tinggal mamahnya , bunda juga khawatir dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang mamah" kata bunda kepada ayah .
"Bun Lauren bisa kok menjadi ibu sambung untuk anak ku dan Arsey , gimana pun Lauren masih menjadi istri ku juga bun , yah" kata Arkan kepada kedua orang tuanya .
Setelah percakapan itu , mereka langsung sarapan bersama . Selesai sarapan , Arkan dan Lauren berpamitan ke ruang tamu . Arkan dan Lauren membuka isi amplop yang di berikan oleh Alden beberapa hari yang lalu .
Isi surat :
Hai mas Arkan dan Lauren , makasih ya kalian menerima aku di sini . Maaf kalau mba belum bisa menjadi istri pertama yang baik buat kamu dan mas Arkan , maaf juga kalau mba bikin kamu cemburu . Mungkin nanti kamu bisa menjadi istri mas Arkan satu - satunya , jagain mas Arkan ya ,jangan biarin dia makan telat . Oh iya satu lagi ,mba mau nantinya kamu merawat anak mba dengan mas Arkan , berikan kasih sayang untuk anak mba ya . Jagian istri kedua kamu ya mas dan juga jagain anak kita ya mas . Mungkin itu yang bisa aku tulis .
From : Arsey
To : mas Arkan and Lauren
Setelah melihat isi surat itu , Arkan dan Lauren meneteskan air mata .
"Selama ini aku udah berbuat salah mba Arsey , dan aku juga merebut mas Arkan dari mba . Maafin aku mba , aku janji bakal memberi kasih sayang ke anak mba nanti" kata Lauren sambil meneteskan air mata , sore harinya . Arkan dan Lauren bersiap - siap menjemput bayi mungil , ketika keluar rumah . Lauren kaget melihat Airin dan Calvin di depan rumah .
"Dek , kamu ngapain?" Tanya Lauren kepada Airin .
"PUAS KAK?! , KAK ARSEY YANG UDAH AKU ANGGAP KAKAK SENDIRI . UDAH ENGGADA , DIA PERGI MENINGGALKAN AKU SELAMANYA , INI KAN YANG KAKAK MAU?! . ENAK KAK SEKARANG JADI ISTRI SATU - SATUNYA TANPA ADA PENGHALANG LAGI?! , JAWAB KAK?!" Kata Airin dengan nada marah dan meneteskan air mata .
Lauren yang mendengar itu terdiam sejenak .
"JAWAB KAK , JANGAN DIAM AJA!!" Bentak Airin kepada Lauren .
"Dek kakak minta maaf , kakak tau selama ini kakak salah" kata Lauren kepada Airin .
"KAKAK SUDAH MENGHANCURKAN HIDUP DUA ORANG SEKALIGUS , YANG PERTAMA KELUARGA KU , GARA - GARA MAMAH KAK LAUREN , KELUARGA KU HANCUR , YANG KEDUA HIDUP KAK ARSEY , KAK ARSEY SELALU MENGALAH SAMA KAKAK . TAPI KAKAK ENGGA PERNAH NGERTI , HARUSNYA KAKAK SADAR KALAU KAKAK CUMA ISTRI KEDUA . AKU YAKIN KALAU SUATU SAAT ANAK KAK ARSEY TAU SEMUA PASTI BENCI SAMA KAKAK , PENGANG OMONGAN KU KAK!!" Kata Airin meninggalkan Lauren dengan air mata yang sudah membasahi pipi .
Calvin yang melihat Airin pergi langsung mengejar Airin . Lauren yang melihat Airin pergi merasa bersalah . Arkan yang melihat itu langsung menenangkan Lauren .
"Jangan di pikirin , yang terpenting sekarang kita urus anak Arsey dulu , yo berangkat kasian dede bayinya pasti udah nungguin di rumah sakit" kata Arkan mengajak Lauren .
Lauren dan Arkan langsung masuk ke mobil menuju rumah sakit , sesampainya di rumah sakit . Lauren dan Arkan keluar dari mobil dan masuk ke rumah sakit , Lauren dan Arkan langsung pergi ke ruangan bayi dengan suster .
"Ini pak , bu anaknya" kata suster sambil menggendong bayi di tangannya dan memberikan bayi itu kepada Lauren .
"Makasih sus" kata Lauren kepada suster itu .
Mereka pun langsung keluar dari ruagan bayi . Dan keluar dari rumah sakit , Lauren dan Arkan langsung masuk ke mobil menuju ke rumah . Sesampainya di runah , Lauren dan Arkan keluar dari mobil dan masuk ke kemar . Lauren pun meletakkan bayi mungil itu di baby box .
"Mau kita namain siapa mas?" Tanya Lauren kepada suaminya .
"Karena dia perempuan ,kita namain Indira liana kartina" kata Arkan kepada Lauren .
"Namanya bagus dan cocok , apalagi nama panjangnya pakai nama panjang mba Arsey" kata Lauren kepada Arkan .
"Iya dong" kata Arkan kepada Lauren .
Arkan dan Lauren langsung bermain dengan bayi tersebut . Bayi mungil yang mirip dengan ibunya , semantara kedua orang tua Arsey tinggal bersama Alden . Mereka semua hidup dengan bahagia .
End
Terimakasih yang sudah membaca cerita ini sampai akhir , sampai bertumu di cerita berikutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR ARSEY
Não FicçãoKisah ini bermula pada seorang laki - laki dan perempuan yang di jodohkan oleh orang tuanya , laki - laki itu adalah Arkana orang - orang memanggilnya Arkan dan perempuan itu adalah Arsey . Laki - laki itu ternyata su...
