"Heh, Isa!" Teriak Dara secara tiba-tiba membuat sang empu terlonjak.
"Apaan si, Dar!" Ucap Isa dengan nada ketusnya.
"Hayolo Isaa" Ujar Gea datang menyembul dari belakang Isa bersama Olin.
"Isa ada hubungan apa nih sama Kak Alvian?" Tanya Olin dengan ekspresi misterius.
"Loh? Kok Olin bisa tau?" Tanya Isa sambil melirik Dara.
"Gue kasih tau lahh" Jawab Dara dengan bangganya menepuk pundak Olin.
"Gue juga udah tau kok Sa!" Ucap Gea sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Tau apa?" Tanya Isa keheranan.
"Tau kalau..." Jawab Gea sok misterius.
"Lo dan Kak Alvian saling follow di imstagram." Lanjutnya.
"Sama kemarin lo juga gambar wajah Kak Alvian kan, dikertas yang Dara ambil." Ujar Gea lagi sambil melirik Dara.
"Hayoo ada hubungan apa!" Ujar Olin sambil menunjuk muka Isa yang terlihat panik.
"E-engga ada apa-apa.." Jawab Isa terbata.
"Jangan bohong sama kita Sa, kita ini sahabat lo.." Ucap Dara.
"Iyaa, kita juga pengin tau apa hubungan lo sama Kak Al Al siapa itu" Imbuh Gea.
"Alvian!" Koreksi Dara.
"Nahh" Ujar Gea sambil menyentikkan jarinya.
"Oke, nanti gue ceritain pas pulang sekolah aja ya?" Tawar Isa yang kemudian mau bercerita dengan sahabatnya.
"Okee!" Jawab Gea.
"Dua." Imbuh Dara.
"Tigaa!" Ucap Olin.
"Copas denda lo!" kesal Gea.
Dara dan Olin hanya menertawakan kekesalan Gea.
🌷🌷🌷
Dilain tempat, Alvian dan teman-temannya sedang mengikuti kegiatan olahraga. Mereka berjalan ke lapangan. Tak lupa juga bola basket yang Alvian bawa disebelah tangannya. Alvian dan teman-temannya akan tanding basket melawan kelas lain.
Setelah pertandingan dimulai, tim Alvian berhasil mencetak poin 9. Sementara, lawannya baru mencetak 3 poin. Seiring berjalannya waktu, pertandingan pun selesai dan dimenangkan oleh tim Alvian. Teman-teman Alvian bersorak ria karena berhasil memenangkan pertandingan.
Alvian berjalan menuju pinggir lapangan. Disana ada Alya yang membawakan minuman untuk Alvian.
"Alvian, ini, terima yaa.." Ucap cewek itu sambil tersenyum.
"Makasih." Jawab Alvian sambil meneguk minumannya.
"Sama-sama" Jawab Alya, mengulum senyum dan memperhatikan Alvian meneguk minumannya.
"Woy! Dilarang berduaan di area jomblo!" Teriak Gior sambil berjalan ke arah Alvian dan Alya.
"Alvian kayaknya banyak banget deh yang naksir ke lo. Kemarin Meli, tadi Yuna, sekarang giliran Alya. Semuanya aja lo embat. Gue kapan digituin ya?" Ucap Anjas sambil mengusap keringatnya dengan mimik wajah yang miris.
"Gue ke kelas dulu ya Yan, jangan lupa habisin minumannya. Bye!" Ucap Alya sambil terbirit pergi dari area lapangan.
Alvian hanya bergumam menanggapi Alya.
"Yan, lo gak ada niatan pacaran gitu?" Tanya Gior.
"Belum." Jawabnya.
"Ck! Padahal banyak cewe yang naksir sama lo. Dan lo juga oke oke aja sama mereka. Jangan kasih mereka harapan kalau ujung-ujungnya disakitin!" Ucap Anjas menepuk bahu Alvian.
"Gue gak kasih harapan, gue cuma ngehargain perjuangan mereka aja." Jawab Alvian dengan santai.
"Cewek jaman sekarang mudah baper, ati-ati lo baperin anak orang." Ujar Gior sambil berjalan keluar dari area lapangan. Kemudian disusul oleh Anjas dan Rifal. Sementara Alvian hanya menghembuskan napasnya berat.
🌷🌷🌷
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Isa dan teman-temannya tidak langsung pulang ke rumah. Mereka pergi ke cafe dekat sekolah untuk menghilangkan rasa penatnya setelah mengerjakan praktikum. Setelah sampai di cafe, Isa dan teman-temannya segera memesan minuman dingin dan beberapa camilan.
"Gimana Sa?" Tanya Gea sudah terlihat amat penasaran.
"Gimana apanya?" Bukannya menjawab, justru Isa tanya balik.
"Hubungan lo sama Kak Alvian lah!" Jawab Gea.
"Ooh, itu.. oke gue bakalan ceritain." Ujar Isa.
"Gimana gimana?" Ucap Dara ikut penasaran.
"Jadi, kemarin lusa gue habis confess ke Kak Alvian." Isa berkata dengan santai.
"WATEPAK!" Heboh Dara sampai tidak sadar menggebrak meja.
"Santai dong.." Ucap Isa mengingatkan.
"Lanjutin lanjutin!" Seru Gea.
"Ya, terus akhirnya gue dapat nomornya Kak Alvian." Lanjut Isa.
"Eh? Bukannya Alvian lagi deket sama cewek ya?" Ucap Olin tiba-tiba.
"Sama siapa?" Isa mengerutkan keningnya.
"Katanya sama sahabatnya dulu?" Ucap Olin membuat Isa tak percaya.
"Gue gak percaya tuh." Jawab Isa.
"Kemarin, dia bilangnya di SMA gak deket sama cewe.." lanjutnya.
"Sabar Sa, mungkin kan itu dulu?" Ujar Dara menenangkan.
"Iya Sa, gue sih percaya kalau dia gak deket sama cewe. Secara kan dia pinter terus gak-" Ucap Gea terpotong.
"Yaudah gue pulang dulu ya. Udah dijemput." Pamit Isa buru-buru sambil menggendong tasnya.
"Ati-ati!" Ucap Dara dan Gea bersamaan.
Gea dan Dara hanya saling pandang. Mereka heran, apakah Isa marah? Pikirnya.
"Olin, lo kok ngomong gitu sih tadi?" Tanya Gea.
"Kan gue dikasih tau sama temen gue.." Jawab Olin.
"Yaa, tapi kan gak gitu juga. Isa bisa overthinking nanti." Ujar Dara yang disetujui oleh Gea.
"Ya sorry sorry, gue kan gak sengaja keceplosan." Ucap Olin.
🌷🌷🌷
Bersambung..
See u next time ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Crush (Revisi)
Romance[DIHARAPKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Siapa yang suka AU? sini mampir 😍☝️ Bukan sepenuhnya cerita, tapi ada AU nya jugaa! Ceritanya bisa langsung dibaca aja yaa, tidak ada spoiler >< Terima kasih readers kuu!!
