Diblokir?

86 22 2
                                        

Setelah beberapa hari menjalankan kegiatan Pramuka. Isa tidak sempat untuk berkabar dengan Alvian. Gadis itu juga tidak mendapatkan pesan apapun lagi.

Kini, Isa sedang berada di teras rumahnya. Waktu yang semakin sore membuat senja menampakkan diri. Gadis itu tengah menikmati senja yang terpancar menghiasi langit sore ini.

Tampak begitu indahnya karya Tuhan, membuat Isa ingin mengabadikan dalam ponselnya. Setelah itu, ia pun mengunggah ke story.

Kira-kira, seperti ini hasilnya :

Setelah terkirim, beberapa temannya ada yang membalas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah terkirim, beberapa temannya ada yang membalas.

Setelah terkirim, beberapa temannya ada yang membalas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Isa menghembuskan napasnya kesal. Kenapa Adnan dan Rafa yang membalas? Kenapa bukan Alvian saja? Pikirnya.

Isa hanya menghembuskan napasnya pelan. Kemudian tangannya lanjut membalas pesan dari teman-temannya. Setelah selesai membalas pesan satu per satu, Isa memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Perfect Crushnya.

 Setelah selesai membalas pesan satu per satu, Isa memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Perfect Crushnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah selesai mengirimkan pesan, ia menyadari bahwa foto profil yang dulunya ada sekarang sudah dihapus. Pesannya pun hanya terkirim. Hal itu membuat Isa berpikir negatif. Apa mungkin dia diblokir?

Beberapa saat Isa kembali melihat room chatnya. Ia mengerutkan kening saat pesan yang dikirimkan masih centang satu, tidak ada yang berubah. Apakah benar jika Isa diblokir?

Dengan berat hati Isa melangkahkan kakinya menuju ke dalam. Kemudian ia menuju ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang. Ia kembali mengecek pesan yang dikirimkan kepada Alvian.

Isa menghembuskan napasnya berat. Ia masih berharap Alvian membalas chatnya. Isa yakin Alvian tidak sejahat itu. Alvian itu laki-laki baik.

Mungkin karena harapannya saja yang terlalu tinggi untuk bisa mendapatkan Alvian. Makanya Isa jatuh sendirian. Namun rasa sakitnya tidak membuat gadis itu menyerah begitu saja.

Sembari menatap langit-langit kamarnya, Isa mengingat bagaimana pertama kali ia bertemu Alvian dan mulai jatuh cinta. Tetapi sebelum ia bertemu, Alvian pernah berkomentar dipostingan imstagramnya sewaktu masih kelas delapan.

Kemudian Isa melihat akun milik Alvian dan berakhir mengikutinya. Hingga saat ini, mereka masih saling mengikuti.

*Flashback On

22 Oktober 2020

"Ayo masuk cepat! sebentar lagi bus akan berangkat!" Teriak pria yang berdiri di depan pintu bus.

Isa yang masih berdiri di depan pintu bus langsung bergegas masuk. Ia diarahkan untuk duduk, tetapi tidak ada kursi yang kosong. Akhirnya ia pun memutuskan untuk berdiri.

Setelah bus mulai berjalan, pria penjaga pintu bus itu menyuruh salah satu laki-laki yang duduk di dekat Isa untuk berdiri.

"Woy! lu mundur sono tukeran posisi ama perempuan ntu yang lagi berdiri!" Ujarnya.

Pria itupun menyuruh Isa untuk duduk. Sementara laki-laki itu berdiri, bergantian dengan posisi Isa.

Dug!

"Aduh" ringis Isa tatkala sebuah siku menghujam pelipisnya.

Lengan cowok itulah yang tidak sengaja mengenai wajahnya. Cowok bername tag 'Alvian Hirza L.' itu langsung berucap "Sorry, sorry."

"I-iya." Jawab Isa terbata. Gadis itu mengingat sesuatu.

"Namanya familiar.." Gumam gadis itu setelah turun dari bus.

*Flashback Off

Isa tersenyum, ia menginginkan kembali berada di situasi seperti dulu. Andai ia lebih dulu menyatakan perasaannya, pasti dia bisa dekat lebih lama dengan Alvian.

"Akan aku usahkan buat satu sekolah lagi sama kamu Kak." Gumam Isa.

Ting!

Notifikasi yang berasal dari ponsel Isa menyita perhatiannya. Dengan gerakan cepat perempuan itu membuka aplikasi berwarna hijau. Berpikir bahwa itu adalah Alvian yang membalas pesannya.

"Kak Al?" Gumam Isa setelah melihat pesan yang ia terima.

"Kak Al?" Gumam Isa setelah melihat pesan yang ia terima

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebuah foto dari nomor tak dikenal. Foto yang berisi Alvian tengah bercanda dengan perempuan lain. Hati Isa teriris melihat pesan yang baru saja dibuka.

"Siapa dia? apa gara-gara ini, Kak Al ngga pernah hubungi aku lagi?" Ucapnya pada diri sendiri.

Tapi mengapa kemarin dia seolah memberikan harapan untuk Isa?

🌷🌷🌷

Bersambung..

Perfect Crush (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang