Hari sabtu adalah hari yang ditungg-tunggu selain hari Minggu. Hari dimana para pelajar beristirahat dan bebas dari tugas. Termasuk Isa yang saat ini sedang duduk di depan televisi sambil ditemani beberapa camilan bersama adiknya.
"Kak Isa, Zia mau pergi beli es krim nanti ke supermarket. Temenin Zia ya." Pinta Zia pada kakaknya.
"Emang dibolehin sama bunda?" Tanya Isa pada Zia.
"Nanti Zia bilang ke bunda pasti boleh kok" Jawabnya enteng.
"Okee, sekalian nanti beli bahan rajut untuk tugas Kak Isa yaa!" Ucap Isa mengiyakan permintaan adiknya. Lumayan, sekalian membeli perlengkapan tugas Isa.
Setelah selesai menonton televisi, Isa dan Zia diperbolehkan untuk pergi ke supermarket. Isa bersiap siap pergi ke kamar untuk mengambil tas dan ponselnya untuk ia bawa.
"AYO KAK" Teriak Zia yang sedari tadi menunggu Isa.
"Bentar Zii" Jawab Isa dengan suara agak keras.
"CEPET" Balasnya dengan suara yang lebih keras.
"Iya iya!" Ujar Isa sambil keluar dari kamarnya.
"Yuk" Ajak Zia sambil menggandeng lengan Isa.
"Bunda, Isa sama Zia pamit ke supermarket beli es krim!" Pamit Isa sambil menyalami bundanya.
"Hati-hati, jangan ngebut" Ujar Bunda mengingatkan anaknya.
"Oke siap" Jawab Isa.
Isa dan Zia pergi naik motor. Tak lupa helm yang Isa pakai ditutup rapat agar tidak ada debu yang masuk ke dalam matanya. Zia duduk di belakang sambil memeluk pinggang ramping kakakknya.
"Ayo kak!" Seru Zia.
Isa menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Sebelah tangannya ia gunakan sesekali untuk memegangi tangan mungil Zia. Seperti orang berpacaran saja, pikir Isa.
"Udah sampai, yuk turun." Titah Isa setelah sampai di depan supermarket.
Jarak dari rumah Isa ke supermarket memang tidak terlalu jauh. Bahkan bisa dibilang cukup dekat. Maka dari itu, bunda mengizinkan Isa untuk pergi membawa motor sendiri.
"Yuk" Jawab Zia.
Setelah Isa membantu menurunkan Zia dari motornya, mereka berjalan menuju ke dalam supermarket. Zia berlari menuju ke arah kulkas besar yang berisikan berbagai macam varian es krim. Isa mengikuti dari belakang.
"Zia cari es krim dulu ya, Kakak mau cari keburu untuk tugas Kakak." Perintah Isa yang langsung dipatuhi oleh adiknya.
Zia sudah berada di depan kulkas besar itu. Ia berinisiatif untuk menanyakan es krim rasa apa ke Kak Isa. Tak disangka, ketika Zia berlari tiba-tiba ia terpeleset hingga jatuh. Seorang laki-laki seumuran Isa menolong Zia dan membantunya berdiri.
"Lain kali hati-hati, dik.." Ucap laki-laki itu lembut.
"Makasi Kakak.." Cicit Zia.
"Sama-sama" Jawab cowok itu sembari mengelus puncak kepala Zia.
"Adnan?" Cowok itu menoleh.
"Isa?" Ucap cowok itu.
"Kak Isa!" Seru Zia.
"Oh jadi ini adek lo. Lucu ya kaya lo" Ucap cowok yang dipanggil Adnan.
"Apaan sih Nan, kamu lagi ngapain di sini?" Tanya Isa sambil mengambil alih Zia.
"Belanja bulanan nyokap" Jawabnya enteng.
"Sendirian?" Ujar Isa sambil celingak-celinguk seperti mencari seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Crush (Revisi)
Romance[DIHARAPKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Siapa yang suka AU? sini mampir 😍☝️ Bukan sepenuhnya cerita, tapi ada AU nya jugaa! Ceritanya bisa langsung dibaca aja yaa, tidak ada spoiler >< Terima kasih readers kuu!!
