Rose menggelus punggung tangan sang anak yang tidak dipakaikan infus itu. Baby Kim memang harus menginap dirumah sakit gara gara mengalami demam panas.
"Lo yang sabar ya" ujar Lisa mengelus punggung Rose dengan iba.
"Baby Kim baik baik saja kok. Besok pagi dia mungkin sudah diperbolehkan untuk pulang" lanjut Joy.
Rose menatap kedua sahabatnya secara bergantian "Hidup gue miris banget ya. Anak gue sakit saja suami gue tidak ada disisi. Gue tidak masalah kalau suami gue sibuk kerja tapi dia malah selingkuh" lirihnya.
Joy menghela nafasnya dengan kasar"Gue menyesal memberi lo izin untuk menikah sama Jane!" Kesalnya.
"Tuh cowok memang tidak sadar diri ya!" Lanjut Lisa ikutan kesal.
"Sudahlah. Mungkin gue saja yang terlalu berharap sama dia. Dulu gue menikah sama dia juga gara gara gue hamil duluan si. Gue bahkan tidak tahu dia mencintai gue apa tidak" ujar Rose.
Ceklekk
Bersamaan dengan itu, pintu ruang inap dibuka dan masuklah sosok Jane bersama Jisoo "Sayang" Jane bergegas menghampiri Baby Kim. Dielusnya kepala sang anak dengan lembut "Maafin Daddy" lirihnya.
"Sekarang kamu malah peduli soal Jaemin? Tadi dimana saja kamu? Sibuk sama selingkuhan?" Timpal Rose
"Sayang" panggil Jane "Mianhe" lirihnya.
"Atas alasan apa kamu selingkuh? Apa kurangnya aku?" Tanya Rose. Walaupun kecewa, dia tetap ingin mendengarkan alasan dari Jane.
Jane menunduk. Dia tidak sanggup untuk menatap wajah kecewa istrinya itu "K-kamu kurang perhatian sama aku. Disaat itu Suzy muncul dan aku khilaf" jujurnya.
"Aku tidak ada waktu bersama kamu karena aku sibuk mengurus anak kamu Jane!" Ujar Rose kesal.
"Maaf" hanya ini yang mampu dilontarkan oleh Jane.
Setetes air mata mengalir keluar dari mata Rose "Besok aku akan menguruskan surat penceraian antara kita"
Deg
Bukan hanya Jane, yang lain juga ikutan kaget sama kata kata Rose "Rose, lo jangan gila!" Sambar Joy.
"Gue sudah tidak sanggup Joy! Gue tidak bisa memberi perhatian gue sepenuhnya untuk Jane jadi biarin saja dia bahagia sama selingkuhan dia itu!" Sahut Rose.
"Tidak Rosie! Aku tidak mau cerai sama kamu!" Ujar Jane memegang tangan Rose namun istrinya menepisnya.
"Apa lagi yang kamu inginkan Jane!? Aku tidak sanggup untuk melihat kamu menikah lagi! Ceraikan saja aku dan biarkan hak asuh Jaemin menjadi milik aku!"
"Jaemin juga anak aku! Aku berhak keatas dia!" Sahut Jane.
"Kamu pikir aku bakalan biarian Jaemin tinggal sama kamu? Tadi saja pas Jaemin sakit kamu tidak ada disaat dia membutuhkan kamu! Kamu lebih memilih selingkuhan kamu daripada istri dan anak kamu ini!" Sentak Rose emosi.
Mendengar keributan yang terjadi, Baby Kim akhirnya terbangun dan mula menangis dengan kerasnya.
Rose langsung beralih menggendong sang anak "Shhh, lanjut tidur ya sayang. Anak Mommy anak baik" ujarnya mengelus punggung sang anak.
Tidak butuh waktu yang lama, tangisan Baby Kim akhirnya terhenti. Dia kembali melanjutkan tidurnya didalam dakapan sang Mommy.
"Oppa" Rose beralih menatap Jisoo "Tolong bawa Jane pergi. Untuk sekarang aku tidak ingin melihat dia" pintanya.
Jisoo mengangguk "Jane, ayo pergi"
"Tidak! Aku ingin menemani anak aku disini!" Tolak Jane.
"Jangan egois Jane! Rose butuh waktu dan kamu juga butuh waktu untuk menyadari kesalahan kamu!" Ujar Jisoo. Tanpa menunggu balasan dari Jane, dia langsung menarik Jane pergi dari sana.
"Lo yakin mau cerai?" Tanya Joy. Dia hanya takut Rose melakukan keputusan yang salah. Dulu, dia lah yang menjadi saksi betapa cintanya Rose kepada Jane dan sekarang Rose malah ingin bercerai.
"Gue butuh waktu" sahut Rose sendu. Dia beralih menatap Lisa "Lisa-ya. Bisa bantu gue?"
"Bantu apa?" Tanya Lisa.
"Tolong ke mansion gue. Ambil baju serta kelengkapan gue sama Jaemin. Setelah Jaemin keluar dari rumah sakit, gue sama Jaemin akan pindah ke apartment lo ya" ujar Rose.
"Asyik!! Baby Jaemin akan tinggal sama gue!!" Seru Lisa antuasis "Baiklah. Gue kemansion elo sekarang" dia bergegas keluar dari ruangan itu.
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam namun Jane hanya duduk dibangku taman rumah sakit. Dia tidak ingin pulang walaupun Rose sudah mengusirnya untuk pulang.
Sekarang dia bingung. Apa yang harus dia lakukan? Dia tidak ingin kehilangan istri dan anaknya namun gimana dengan Suzy? Apa yang harus dia lakukan kepada pacarnya itu? Ingin memutuskan Suzy namun dia tidak tega. Selama ini Suzy sudah terlalu baik sama dia.
"Andai saja Mama masih hidup, pasti Jane tidak akan diberi pilihan yang sulit seperti ini. Ma, tolong bantu Jane. Apa yang harus Jane lakukan saat ini?" Lirih Jane menatap langit yang menampilkan bintang bintang bersinar indah.
Tekan
👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet as Sugar✅
FanfictionDia manis seperti gula~ Chaennie📌 Jentop📌 BxG📌 Fanfiction📌
