Firasat Tak Pernah Salah (part 3)

7 0 0
                                    


Mana teman-temannya? Lah masa cuma berdua? Canggung banget gua aduuuh.

"eh, serius cuma berdua?" tanya gua.

"ya iyalah, sama siapa lagi." Jawab Syahdan

"sama temen apa sama siapa gitu. Bunuh diri banget sih. Nanti kalau dilihat sama guru- guru kan jadi gak enak. Apalagi sama temen-temen, trus adik kelas kakak kelas." Ucap gua yang grogi.

"udahlah, santai aja kali. Yuk" ucap Syahdan lalu menarik tangan gua.

 Gua kaget, dia tiba-tiba menarik tangan gua, padahal gua aja gak berani memegang tangan dia. Setelah sampai di kantin.

"nah.. kamu mau beli apa? Bakso nya rame nih."

"bentar, mau lihat lihat dulu."

"ohh, yaudah."

"udah, beli gih" suruh Syahdan.

"gak jadi, tiba-tiba aku gk mood makan bakso." Ujar gua.

"yaudah beli yang lain aja. Cepet.. aku mau ekskul."

"gak jadi, makan aja dulu."

"yaudah, terserah.." ucap Syahdan dengan tatapan aneh

Dan dia mungkin berfikir, Naya kok aneh ya.. tadi kan udah setuju padahal. Gapapa lah..

Setelah dia makan, lalu lanjut ekskul paskib dan gua lanjut ekskul padsu seperti biasa. Saat eskul padsu, gua jadi kepikiran, tadi gua tiba-tiba nolak, perasaan dia gimana ya? Aduh.. gua jadi nggak enak.. Saat itu gua langsung kepikiran untuk membalas traktiran yang tadi gua tolak itu.

Keesokan harinya, gua udah siap dengan tas, pakaian, dan yang pasti gua juga menyiapkan fulus (uang) untuk traktir nanti. Next setelah sampai di sekolah, gua papasan sama Syahdan. Kebetulan banget yekann, lalu gua ajak Syahdan.

"Syahdan, nanti lu masih ekskul paskib kan?"

"iya, kenapa?"

"sebelum ekskul ntar aku tunggu di kantin ya"

"hmm.. oke.."Bel masuk pun berbunyi, gua dan Syahdan pergi ke kelas masing-masing.

 Nah kan ldr antar kelas, wkwkwk. setelah pelajaran selesai, dan bel istirahat berbunyi, seperti biasa gua shalat dhuha di masjid sekolah. Sepatu gua taruh di sisi masjid yang menurut gua paling aman.

Setelah naruh sepatu, gua wudhu, dan langsung naik ke atas. Waktu di atas, gua lihat Syahdan bentar, senyum sedikit, setelah itu, shalat. Setelah shalat, gua turun kebawah.Deg..Sepatu gua berada diantara para kakel cowo weehh

PANIK GAK

PANIK GAK

PANIK LAH MASA ENGGAK!

Gua sebenarnya pemalu banget sama orang yang nggak dikenal, apalagi orang itu cowok. Akhirnya gua cuma duduk di tangga sambil nungguin kakel-kakel itu pergi. Maiza yang baru datang ke masjid, setelah dia wudhu, dia ngeliatin gua.

"lu kenape dah Nay, duduk ditangga, sendirian lagi, kayak kuntilanak tobat, wkwkwk"

"apaan si lu, tuh liat (sambil nunjuk keberadaan sepatu gua)"

"oooh, ngobrol dong dari tadi ahaha"Tiba-tiba Syahdan datang

"Za, Naya kenapa?""itu tuh, sepatunya dikerumunin kakel-kakel ganteng"Tanpa berfikir panjang, Syahdan...

Next>>

Berubah untuk melupakan (SUDAH DIBUKUKAN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang